Conform, Kurir Sabu 52 Kilogram Dihukum Pidana Mati

141
Terdakwa Hamidi MY alias Mauktar saat menjalani sidang online

garudaonline – Medan | Seorang kurir narkotika jenis sabu seberat 52 kg, Hamidi MY alias Mauktar (46) divonis dengan pidana mati. Putusan terhadap warga Jalan Inti Sari Nomor 5E RT.000/RW.000, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal ini digelar dalam sidang virtual di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (26/10/2021).

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Hamidi MY alias Mauktar dengan pidana mati,” ujar Hakim Ketua, Zufidah Hanum. Majelis hakim sependapat dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Medan, Nurhayati Ulfia bahwa perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam pertimbangan amar putusan, adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika dan merusak para generasi muda. “Sedangkan hal yang meringankan, tidak ditemukan,” pungkas hakim.

Atas putusan tersebut, majelis hakim memberikan waktu 7 hari kepada terdakwa melalui penasihat hukumnya untuk menyatakan terima atau mengajukan banding. Putusan ini sama (conform) dengan tuntutan JPU yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana mati.

Dalam dakwaan JPU Nurhayati Ulfia, pada Nopember 2019, terdakwa Hamidi MY alias Mauktar disuruh oleh Mursal alias Marsel (DPO) untuk menyerahkan satu kardus sabu kepada Zulkifli (sudah divonis pidana mati) di Kampung Lalang Medan.

Pada Desember 2019, Mursal kembali menyuruh terdakwa untuk menjemput sabu di Tanjung Balai Asahan dan menyerahkannya kepada Zulkifli di daerah Asrama Haji Medan. Atas pekerjaan tersebut, terdakwa dijanjikan akan diberikan uang sebesar Rp 100.000.000. Setelah bertemu Zulkifli, terdakwa menyerahkan satu karung goni.

“Kemudian, Zulkifli membawa goni itu ke rumahnya di Jalan Pertiwi Gang 34F Kelurahan Barang Kecamatan Medan Tembung, dengan mengendarai becak bermotor (betor). Saat di rumah, Zulkifli membuka goni yang ternyata terdapat 10 bungkus plastik kemasan Teh Cina merek Guanyinwang berisi sabu,” ujar JPU.

Pada 10 Desember 2019 sekitar jam 05.00 WIB, terdakwa kembali menyerahkan empat karung goni berisi 40 bungkus sabu kepada Zulkifli di Asrama Haji. Kemudian, Aripin (DPO) menyuruh Zulkifli untukmenyerahkan dua bungkus sabu kepada Alwi (DPO). Namun, Zulkifli berhasil ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Mengetahui bahwa Zulkifli ditangkap melalui internet, Mursal menyuruh terdakwa untuk membuang handphonenya. Setelah membuang handphone, terdakwa merasa nyaman dan bekerja sebagai kernet Bus PMTOH,” cetus Nurhayati.

Namun, pada tanggal 23 Februari 2021 jam 05.45 WIB, terdakwa ditangkap petugas BNN di Jalan Letda Sujono Kecamatan Medan Tembung.

(RD)

Berita sebelumyaKomjen Firli Bahuri: Kita Berikan Penghargaan Kepada TNI-Polri yang Sudah Bekerja Keras Mengendalikan Covid-19 di Jatim
Berita berikutnyaBelanda Tertarik Bisnis Pertanian Food Estate Humbahas