Manchester United resmi mengumumkan perekrutan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers pada Minggu, 1 Juni 2025. Transfer pemain asal Brasil ini memecahkan rekor transfer Wolves, dengan nilai yang dilaporkan mencapai 62,5 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,37 triliun.
Cunha, pemain serba bisa yang dapat beroperasi sebagai gelandang serang, dikenal karena kemampuannya yang luar biasa di lapangan. Namun, ia juga dikenal memiliki temperamen yang cukup panas. Manchester United tampaknya melihat potensi besar dalam dirinya, meskipun ada kekurangan tersebut.
Profil Matheus Cunha: Pemain Berbahaya dengan Temperamen Panas
Selama dua setengah musim di Liga Inggris bersama Wolves, Cunha telah membuktikan kualitasnya dengan mencetak 33 gol dari 92 penampilan.
Ia sebelumnya bermain untuk klub-klub ternama seperti RB Leipzig, Hertha Berlin, dan Atletico Madrid, menunjukkan pengalamannya di berbagai liga top Eropa.
Namun, catatan impresifnya di lapangan sedikit ternoda oleh beberapa insiden yang menunjukkan temperamen panasnya.
Kekurangan dan Kelebihan Matheus Cunha
Cunha mengakui dirinya sebagai pribadi yang emosional.
Beberapa kali ia menerima kartu kuning dan bahkan kartu merah, serta diskors karena perilaku di lapangan.
Ia juga pernah terlibat perselisihan dengan wartawan dan blogger lokal yang mengkritik penampilannya.
Pada musim 2024/2025 saja, Cunha mengantongi 3 kartu kuning dan 1 kartu merah. Ia juga tercatat sebagai pemain yang sering membuang-buang waktu, meski dikenal sebagai pemain kreatif.
Reaksi dari Wolves
Meskipun memiliki kekurangan, Wolves tetap memuji Cunha sebagai pemain brilian dan berbakat.
Bek Wolves, Rodrigo Gomes, misalnya, menyanjung kemampuan kreatif Cunha dalam menciptakan peluang dan mencetak gol. Menurutnya, Cunha adalah aset berharga bagi tim.
Harapan di Manchester United
Di Manchester United, Cunha diharapkan dapat mengisi posisi gelandang serang dalam formasi 3-4-3 arahan pelatih Ruben Amorim.
Kemampuannya yang serbaguna—sebagai dribbler ulung, finisher handal, dan pemain sayap yang cepat dan eksplosif—diharapkan dapat memperkuat lini serang Setan Merah.
Posisi idealnya di Wolves adalah di sektor kiri, di mana ia bisa mengirimkan umpan-umpan berbahaya dan melakukan penetrasi ke jantung pertahanan lawan.
Keberhasilan Cunha di Manchester United akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk mengendalikan temperamennya dan berkontribusi secara konsisten. Apakah ia bisa bersinar di Old Trafford? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
Transfer Cunha merupakan investasi besar bagi Manchester United, dan diharapkan ia dapat memberikan dampak positif bagi tim.
Dengan pengalamannya yang luas dan kualitas yang dimilikinya, Cunha berpotensi menjadi pemain kunci bagi Manchester United di musim-musim mendatang.
Namun, kemampuannya untuk mengatasi kekurangan temperamennya akan sangat menentukan kesuksesannya di klub barunya.

