Dampak Pembangunan JDU SPAM di Binjai Estate Dikeluhkan Warga

363
Pengerjaan proyek pembangunan Jaringan Distribusi Umum (JDU) SPAM di Jalan Gunung Jayawijaya Kelurahan Binjai Estate, dikeluhkan warga

garudaonline-Binjai | Sejumlah warga Kelurahan Binjai Estate, mengadu ke Kantor Lurah setempat, soal dampak pembangunan Jaringan Distribusi Umum (JDU) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Mebidang, yang diketahui menelan anggaran Rp400 M lebih.

Pasalnya, warga Lingkungan IX dan X di Kelurahan Binjai Estate menganggap pembangunan JDU berdampak ke sisi finansial mereka.

Sebab, proses pembangunan tersebut menutup sebagian akses jalan Gunung Jaya Wijaya hingga para pedagang sepi pembeli.

Sebenarnya kita mendukung pembangunan tersebut, namun pihak pengembang harusnya juga memikirkan nasib kita yang terkena dampak akibat penutupan sebagian jalan.

“Apa tidak ada biaya kompensasi kepada warga yang terkena dampaknya,” ungkap Sakimin, warga lingkungan IX, Binjai Estate, Selasa (13/10/2021).

Sakimin mengakui, sejumlah warga sudah mengadukan persoalan dampak JDU ke Kelurahan Binjai Estate, namun belum ada respon dari Pak Lurah.

“Ada sekitar 19 orang warga yang melaporkan hal ini ke kantor Lurah, tapi hingga sekarang belum ada jawaban,” keluh Sakimin.

Selain itu, pencemaran udara yang timbul menyebabkan polusi debu yang cukup tebal. Debu pekat itu mengganggu aktivitas warga sekitar.

“Saya jualan lontong tiap pagi, namun sejak pengerjaan pipa berlangsung, pembeli jadi sepi karena akses jalan kesini ditutup,” kata warga lain.

Sementara, Lurah Binjai Estate Toni Ismail mengatakan, warga sebaiknya membuat laporan secara tertulis agar pihak Kelurahan punya dasar untuk meneruskannya ke Camat.

Memang kemarin ada masyarakat yang mengadukan hal ini, tapi hanya secara lisan. Belum ada kami terima laporan secara tertulis.

Toni menyarankan agar warga bersama Kepala Lingkungan masing-masing untuk berkoordinasi dengan pihak pengembang.

Bagaimana nanti solusinya, pihak Kelurah siap memfasilitasi jika kedua belah pihak ingin melakukan mediasi.

“Hingga kini, Kelurahan Binjai Esatate sendiri belum ada komunikasi dengan pihak pengembang terkait pembangunan JDU SPAM tersebut,” kata Toni, Rabu (13/10/2021).

Di sisi lain, sambung Toni, ” kami tidak bisa terlalu mencampuri pembangunan JDU tersebut tanpa ada laporan secara tertulis dari masyarakat”, tukasnya. (anora)

 

Berita sebelumyaVaksinasi Covid-19 Sasar Pelajar SMPN 7 STR Kota Tanjung Balai
Berita berikutnyaTP PKK dan Bhayangkari Polres Langkat Sinergi Bangun Negeri Bertuah