Dampak PPKM, Penumpang Kereta Api di Sumut Anjlok Hingga 50 Persen

168

garudaonline – Medan | Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyebabkan jumlah penumpang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Sumut) anjlok hingga 50 persen.

Padahal sebelum pelaksanaan PPKM, jumlah penumpang kereta api rata-rata berkisar 95.000 orang hingga 100.000 orang per bulan.

“Jumlah penumpang turun sampai 50 persen pada Juli 2021 atau menjadi 44.000 orang hingga 45.000 orang akibat kebijakan PPKM,” kata Manajer Humas PT KAI Divisi Regional Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, Kamis (26/8/2021).

Mahendro menyebutkan jumlah penumpang pada Januari – Juli 2021, tercacat sebanyak 981.139 penumpang. Jumlah penumpang tersebut juga mengalami penurunan 5,8 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2020 yakni sebanyak 1.042.404 penumpang.

“PT KAI memberlakukan bagi calon penumpang kereta api agar menunjukan dokumen sudah menjalani vaksinasi minimal tahap pertama. Penerapan syarat itu, sesuai terbitnya Surat Edaran Kemenhub No 58 Tahun 2021 yang mengatur syarat perjalanan KA antar kabupaten/kota pada daerah yang termasuk kategori PPKM level 3 dan level 4,” jelasnya.

Sementara itu, tambah Mahendro, untuk volume angkutan barang menggunakan jasa kereta api pada Januari – Juli 2021, sebanyak 366.999 ton. Total volume angkutan barang tersebut juga mengalami penurunan sebesar 15,8 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yakni diangkut sebanyak 436.347 ton.

“Sedangkan, volume angkutan barang hingga 22 Agustus 2021, diangkut oleh PT KAI sebesar 36.603 ton. Kemudian, volume barang yang terbanyak diangkut di bulan Maret 2021, sebesar 60.262 ton,” paparnya.

Mahendro memprediksi volume angkutan barang akan mengalami peningkatan pada semester II tahun 2021, dibandingkan semester I tahun ini. Diperkirakan volume pengiriman barang meningkat di akhir tahun, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru 2022.

“Pada semester II, ekspor juga diperkirakan menguat sehingga bisa mendorong peningkatan pengiriman barang dan peti kemas,” pungkasnya.

(Nor)

Berita sebelumyaForkopimda Jawa Timur Geber Vaksinasi Bagi Santri dan Pengasuh Ponpes
Berita berikutnyaKejatisu akan Limpahkan Berkas 5 Tersangka Swab Antigen Bekas ke PN Lubuk Pakam