Dari Balik Jeruji, Napi Lapas Tanjung Gusta Ini Kendalikan Peredaran Sabu

181
Terdakwa Bambang Surya saat menjalani sidang virtual

garudaonline – Medan | Untuk kedua kalinya, Bambang Surya (40) menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/8/2021). Pasalnya, narapidana (napi) ini didakwa telah mengendalikan peredaran sabu seberat 100 gram dari Lapas Tanjung Gusta Medan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita, awalnya terdakwa Bambang Surya dihubungi oleh Indra alias Gondrong (DPO) untuk meminta tolong mencarikan orang yang bisa menjual sabu 100 gram.

Pada Minggu 9 Agustus 2020, terdakwa menghubungi Nanang Zulkarnaen alias Tembong yang sama-sama berada di dalam Lapas Tanjung Gusta Medan, untuk memesan sabu 100 gram. Disepakati harga sabu tersebut sebesar Rp 43 juta.

“Lalu, Nanang mengirimkan nomor handphone Ismail Is (berkas terpisah)  kepada Indra untuk melakukan transaksi jual beli sabu,” ujar JPU.

Pada Senin 10 Agustus 2020 sekira jam 16.30 WIB, Ismail telah ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP Sumut). Saat Ismail ditangkap, telah ditemukan dan disita barang bukti berupa sabu 100 gram.

“Kepada petugas, Ismail mengatakan bahwa dia disuruh oleh Nanang untuk menyerahkan sabu tersebut kepada Indra atas perintah terdakwa,” cetus Anita.

Pada Kamis 13 Agustus 2020 sekira jam 14.00 WIB, petugas menjemput Nanang  dari Lapas Tanjung Gusta Medan.

Saat Nanang dijemput, telah ditemukan satu buah handphone merk Nokia. Nanang mengaku bahwa yang memesan sabu tersebut adalah terdakwa.

“Pada Selasa 1 September 2020, petugas menjemput terdakwa dari Lapas Tanjung Gusta Medan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehubungan pemesanan sabu 100 gram kepada  Nanang,” ucap JPU.

Petugas tidak berhasil menemukan barang bukti ponsel karena telah terdakwa hancurkan saat mengetahui bahwa Nanang dijemput terlebih dahulu.

Adapun terdakwa berperan sebagai perantara antara Indra dengan Nanang dalam hal transaksi jual beli sabu.

Terdakwa akan memperoleh upah dari Indra. Selanjutnya, terdakwa berikut barang bukti dibawa ke Kantor BNNP Sumut guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas Anita.

Usai mendengarkan dakwaan, Hakim Ketua, Abdul Kadir melanjutkan persidangan dengan pemeriksaan saksi.

(RD)

Berita sebelumyaDua Pengguna Sabu Ditangkap di Warkop Kila Bangun
Berita berikutnyaLelaki yang Melecehkan Istri Awak KRI Nanggala 402 Via FB Dituntut 1 Tahun