Data Developer Tak Lengkap, Warga Royal Sumatera Keberatan Pengukuran Lahan

922
Albert Kang (kiri) keberatan proses pengukuran lahan di rumahnya, Selasa (11/5) siang.

garudaonline – Medan | Warga Perumahan Royal Sumatera, Albert Kang bertempat di Jalan Klaster Topaz No 23-A, Padang Bulan Medan, merasa keberatan terhadap proses pengukuran lahan di rumahnya.

Sebab, data dari pihak Developer yang diperlihatkan tidak lengkap, Selasa (11/5) siang.

Albert meminta pihak yang telah melaporkannya ke Polda Sumut atas dugaan penyerobotan lahan itu terlebih dahulu memperlihatkan bukti autentik atau sertifikat lahan yang akan diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Medan.

“Kalau tanah saya mau diukur, tunjukkan dulu sertifikat pemilik lahan yang telah melaporkan saya. Saya juga bisa sebut lapangan merdeka punya saya, tapi kan harus ada data atau minimal bukti perlihatkan sertifikatnya,” ujar Albert Kang di hadapan penyidik Unit 3 Subdit II Harda-Bangtah Direktorat (Dit) Reskrimum dan petugas BPN Medan yang mendatangi kediamannya.

Albert Kang menyatakan, sama sekali tidak ada melakukan penyerobotan lahan seperti yang dituduhkan pihak Developer Royal Sumatera. Albert hanya mengelola dan merawat fasilitas umum (fasum) berupa danau buatan, setelah mendapat persetujuan dari pihak developer perumahan tersebut.

Namun, belakangan Albert Kang yang telah mendapatkan pujian dari warga sekitar perumahan, justru dilaporkan ke Polda Sumut dengan tuduhan dugaan penyerobatan lahan.

Bahkan proses penyelidikan di Polda Sumut telah berjalan, hingga pihak BPN selaku saksi ahli dihadirkan untuk mekakukan pengukuran ulang terhadap objek perkara.

“Saya tidak ada menyerobot. Buktikan kalau memang ada. Saya hanya menata fasum yang disediakan pihak perumahan agar tampak rindang dan asri. Kalau tidak dirawat banyak hewan ular, biawak dan lainnya yang mengancam kediaman warga. Itupun saya tata setelah adanya persetujuan dari pihak developer Royal Sumatera,” tegas Albert Kang kepada wartawan, kemarin.

Sementara, penyidik Unit 3 Subdit II Harda-Bangtah Dit Reskrimum Polda Sumut, Aris Junaidi yang turun ke lokasi menjelaskan kedatangan mereka bersama BPN ke rumah Albert Kang karena adanya laporan pihak developer Royal Sumatera tentang dugaan penyerobotan lahan ke Polda Sumut.

“Kami datang bersama pihak BPN hendak melakukan pengukuran ulang. Saya tidak berhak menyatakan siapa yang salah dan benar. Ini proses penyelidikan, jika Pak Albert keberatan dengan pihak pelapor silahkan membuat laporan kembali ke Polda Sumut,” ujar penyidik, Aris.

Setelah mendapat penolakan tersebut, selanjutnya penyidik bersama pihak BPN sempat meninggalkan kediaman Albert Kang. Namun, setelah dimediasi kuasa hukum Albert Kang, akhirnya pihak BPN hanya diperbolehkan untuk mencari titik kordinat lahan.

Salah satu staf pengukur dari BPN yang tak menyebut namanya, mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan pengukuran jika ada keberatan dari salah satu pihak yang akan diukur.

“Itu sesuai aturan dan peraturan dari instansi BPN,” katanya.

(DED)

Berita sebelumyaKAI Kolaborasi dengan TJP Kembangkan Eks Stasiun Gresik
Berita berikutnyaStok Bahan Pangan di Kabupaten Langkat Aman Sampai Lebaran 1442 H