Dengan Prokes Ketat, Forkopimda Jatim Buka TMMD ke-110 di Bojonegoro

248

garudaonline – Bojonegoro | Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta membuka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 TA 2021, di Pendopo Malowopati, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (2/3/2021).

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Forkopimda Kabupaten Bojonegoro, Pejabat Utama Kodam V Brawijaya dan Pejabat Utama Polda Jatim ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketan sesuai standar pencegahan Covid-19.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa pendekatan TMMD dapat memecahkan masalah, suatu semangat dan berfikir untuk pasti bisa, tidak mengincar semua harus perfect, tapi harus lebih baik.

“Kami yakin bahwa ini adalah satu semangat. Jangan kita selalu berfikir kenapa tidak bisa, tetapi kita berfikir insyaallah bisa. Kita tidak mengincar semua harus perfect tetapi semua harus lebih baik, kita melangkah lebih baik,” ucap Emil dalam sambutannya.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto memaparkan, hari ini telah dilakukan secara serentak pembukaan TMMD di beberapa wilayah di Jawa Timur, selain di Bojonegoro ada di Bondowoso, Sumenep, dan di Pacitan.

Bojonegoro dianggap tempat yang strategis, disamping anggarannya juga yang paling besar nilai proyeknya, sehingga sebagai penghargaan maka Forkopimda Jatim hadir secara langsung.

Selain itu, TMMD ini biasanya selalu di programkan kerja sama sinergitas, antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah, serta unsur stakeholder terkait di wilayah.

Dulu namanya ABRI Masuk Desa, tapi setelah Polri berpisah, namanya menjadi TMMD, namun sebetulnya pelaksanaannya dilapangan tidak berubah, masih dilaksanakan oleh personil TNI dan personil Polri, serta pemerintah daerah.

“Ini perlu saya sampaikan, jangan sampai kesannya ini seolah – olah adalah program Tentara Nasional Indonesia semata, begitu. Jadi tidak, sejak dari dulu sejak di bentuk pada tahun 1980 itu namanya ABRI masuk desa,” tegasnya.

Lebih lanjut Pangdam V Brawijaya menegaskan, perencanaan TMMD ini dilakukan dari bawah ke atas. Diharapkan sasaran fisik yang susah dikerjakan oleh pemerintah daerah, karena terpencil dan anggaran terbatas, ini bisa dikerjakan oleh TMMD.

(rel/wan)

Berita sebelumyaMagi, Istri Mohamed Salah yang Religius
Berita berikutnyaKopi Khas Karo Binaan Pertamina Terbang Hingga Negeri Piramida