Dibutuhkan Keberanian Gelar Belajar Tatap Muka

201
Umar Zein

garudaonline – Medan | Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sumatera Utara (Sumut) dibutuhkan keberanian bertindak dengan segala resiko yang masih ada saat ini.

Rencana PTM ini sebenarnya terletak pada penerapan protokol kesehatan (prokes) oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, komite sekolah dan gugus tugas.

“Kalau resiko terpapar Covid-19 tetap ada. Sekolah atau tidak sekolah pun tetap berisiko terpapar tapi bagaimana keberanian bertindak dengan segala resiko. Yang tidak pernah keluar rumah, bahkan bersembunyi sekalipun tetap berisiko terpapar Covid-19, jadi yang terpenting adalah bagaimana menjaga dalam menerapkan prokes,” kata Praktisi Kesehatan Sumut dari Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK-UISU), Umar Zein, Rabu (16/6/2021).

Apalagi katanya saat ini memang semua pihak tidak bisa meramalkan kapan menurun atau berakhir pandemi Covid-19. Sehingga perlu kebijakan yang berani untuk membuka sekolah-sekolah yang sudah cukup lama tutup itu.

“Kitakan melihat situasinya tidak bisa diramalkan dan tidak bisa dipastikan akhir tahun apakah menurun atau tidak , jadi harus ada kebijakan. Tapi kebijakannya jangan sembarangan, kebijakan kesehatan harus diutamakan,” tegasnya.

Ia bahkan membandingkan dengan tempat kuliner yang tidak jauh berbeda dengan sekolah. Jika dibuka pasti akan ramai, resiko terpapar pasti akan ada tapi itulah pentingnya prokes.

“Apa bedanya tempat kuliner atau restoran dengan sekolah, sama sama rame, sama sama protokol Kesehatan. Jutru menurut saya di sekolah lebih mudah menerapkan protokol kesehatan. Misalnya satu kelas dibatasi, tidak ada jualan di sekolah, makanan bawa dari rumah, pengangkutannya harus disediakan sekolah jangan naik angkot,” katanya.

Tapi dipertanyakannnya sanggup tidak sekolah menyiapkan itu semua, begitu juga dengan kesiapan tenaga pengajar yang mana dipastikan akan bertambah kerjanya.

“Nah, itukan kesepakatan antara ranah sekolah, komite sekolah, kemudian Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Satgas juga orang tua,” ujarnya.

Sebutnya dengan dilarangnya sekolah tatap muka ini justru dinilainya ada ketimpangan dalam melarang suatu aktivitas.

“Bagaimana pula dengan mau naik pesawat keluar kota, bisanya terbang, jadi dari sudut Kesehatan adalah penerapan protokol kesehatan yang terpenting. Pada prinsipnya bisa di laksanakan jika sekolah siap karena pembelajaran tidak full, namun beban guru pasti bertambah kemudian fasilitas pasti bertambah.

Komite sekolah juga harus siap karena inikan harus ada persetujuan dari komite sekolah dan segala resiko harus diperhitungkan.

“Sebenarnya sekolah swasta khususnya di Medan ini sudah menjalankan tatap muka tapi diam-diam. karena orang tua siswa tidak mau tidak tatap muka, kan mereka harus bayar uang sekolah. Jadi intinya harus ada keberanian dalam kebijakan untuk dibukanya kembali sekolah-sekolah yang ada di Sumut ini,” tutupnya.

(Nor)

Berita sebelumyaSekda Langkat Minta Pramuka Bantu Pemerintah Bina Generasi Muda
Berita berikutnyaSibuhuan-Madina Bisa Ditempuh 5 Jam