Didakwa Korupsi, Kapuskesmas Sadabuan dan Pengelola Keuangan Jalani Sidang

229
Salah satu terdakwa saat diadili

garudaonline – Medan | Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapuskesmas) Sadabuan Kota Padangsidimpuan, Filda Susanti Holilah (39) dan Sofiah Mahdalena Lubis selaku pengelola keuangan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diadili di Ruang Kartika Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (12/8/2021).

Keduanya didakwa melakukan korupsi pada pengelolaan dana BOK Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sadabuan. Pantauan wartawan, Filda dan Mahdelana yang penahanannya dialihkan menjadi tahanan kota secara bergantian duduk di kursi pesakitan.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Padangsidimpuan, Puskesmas Sadabuan yang dipimpin terdakwa Filda Susanti mendapatkan BOK sebesar Rp 690.400.000,- yant bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) TA 2020.

Sebesar Rp 136 juta di antaranya untuk kegiatan Surveilans Pencegahan dan Penanganan Covid-19.

“Filda Susanti dan Sofiah Mahdalena secara bertahap mengajukan pencairan dana ke Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Padangsidimpuan. Di antaranya untuk pembayaran perjalanan dinas dalam daerah kegiatan surveilans tersebut,” ujar JPU.

Kedua terdakwa disebut-sebut merekayasa data petugas yang melakukan surveilans serta melakukan pemotongan biaya perjalanan dinas. Perbuatan kedua terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 64.332.000.

Perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 qyat (1) ke-1 KUHPidana.

Usai mendengarkan dakwaan, Hakim Ketua, As’ad Rahim Lubis melanjutkan persidangan pada Senin (16/8) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Saat ditanya kenapa kedua terdakwa menjadi tahanan kota, salah seorang anggota tim JPU yang enggan menyebutkan namanya sempat secara halus menolak memberikan jawaban.

“Tanya ke PH-nya aja. Iya. Status penahanannya (kedua terdakwa) dialihkan. Tahanan kota,” ucapnya.

(RD)

Berita sebelumyaArus Kapal, Barang, dan Peti Kemas Pelindo 1 Alami Kenaikan
Berita berikutnyaPPKM Darurat, Arus Lalu Lintas di Kota Binjai Dialihkan