Disuruh Antar Sabu 2 Kg, Lelaki Asal Riau Dituntut 16 Tahun

100
Terdakwa, Muhammar saat mendengarkan tuntutan secara virtual. (Ist) 
Terdakwa, Muhammar saat mendengarkan tuntutan secara virtual. (Ist) 

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina menuntut seorang lelaki asal Dumai, Riau bernama Muhammar selama 16 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara. Pria berusia 25 tahun ini dinilai terbukti mengantarkan narkotika jenis sabu seberat 2 kg.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Muhammar selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujar JPU dari Kejati Sumut itu dalam sidang virtual di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (2/7/2021).

Rahmi Shafrina menilai, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Usai tuntutan dibacakan, Hakim Ketua, Syafril Pardamean Batubara menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU Rahmi Shafrina, pada 5 Desember 2020 sekira jam 15.00 WIB, terdakwa Muhammar ditawarkan pekerjaan oleh Rizal (DPO) dan menyuruhnya datang ke Medan. Saat itu, terdakwa sempat mengeluh tak punya ongkos.

“Namun, Rizal bersedia menanggung ongkosnya dan langsung mengirim uang Rp 1 juta untuk uang jalan terdakwa menuju ke Medan,” ujar JPU. Sekitar jam 20.00 WIB, terdakwa langsung berangkat menuju Medan.

Pada jam 08.00 WIB, terdakwa sampai di Medan dan langsung menelpon Rizal. Ketika itu, Rizal mengatakan akan ada seseorang yang menelponnya. “Tak lama kemudian, ada yang menelpon terdakwa. Orang itu menyarankan terdakwa untuk pergi ke Binjai,” cetus Rahmi.

Sesampainya di Binjai, terdakwa menunggu di dekat Hotel Lestari. Sesaat kemudian, orang suruhan Rizal menelpon terdakwa dan diarahkan ke kantor jaksa tandam. “Setelah sampai, terdakwa menunggu. Tak lama, orang suruhan Rizal menyuruh terdakwa masuk ke Gang Amal sampai mentok,” ucap JPU.

Saat sedang berjalan, tiba-tiba ada orang yang menghadang terdakwa dan langsung memberikan tas berisi dua bungkus sabu. Selanjutnya, terdakwa langsung pergi ke Pantai Cermin. Sampai di Pantai Cermin, terdakwa minta kepada Rizal untuk mengirim uang Rp 500 ribu.

Ketika sedang menunggu mobil di rumah untuk berangkat ke Dumai, tiba-tiba datang beberapa orang yang tidak dikenal. “Ternyata yang datang itu adalah polisi berpakaian preman dan langsung menangkap terdakwa. Saat diinterogasi, terdakwa langsung menunjukkan sabu tersebut,” pungkas Rahmi.

Terdakwa pun langsung mengambil tas tersebut dan membukanya yang berisi sabu seberat 2 kg. “Selanjutnya, polisi membawa terdakwa beserta barang bukti ke Kantor Ditres Narkoba Polda Sumut guna proses penyidikan lebih lanjut,” tandas JPU. (RD)

Berita sebelumyaPPKM Darurat, Kapolri Gelar Operasi Aman Nusa II Lanjutan
Berita berikutnyaPPKM Darurat Siap Diterapkan, Mendagri Minta Masyarakat Tak Panik