Dituntut 14 Tahun Penjara, Yasokhi Giawa Dinilai Terbukti Bunuh Teman Sendiri

382
Terdakwa Yasokhi Giawa menjalani sidang tuntutan secara virtual

garudaonline – Medan | Tikam kawan sendiri bernama Julpan Ndururu hingga meninggal dunia, Yasokhi Giawa dituntut pidana selama 14 tahun penjara. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suheri Wira Fernanda dalam sidang virtual di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (13/9/2021).

“Meminta supaya majelis hakim  menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Yasokhi Giawa selama 14 tahun,” tandas Suheri. JPU menilai pria 38 tahun itu terbukti melanggar Pasal 338 KUHP Tentang Pembunuhan.

“Adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban meninggal dunia,” pungkas Suheri. Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya mengajukan nota pembelaan (pledoi) dan meminta agar majelis hakim memberikan hukuman yang seringan-ringannya.

Diektahui, terdakwa Yasokhi Giawa hampir dua bulan lamanya menjadi buron hingga akhirnya dibekuk petugas Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan bersama dengan Polsek Medan Labuhan di lokasi persembunyiannya, kawasan Padang Lawas Utara (Paluta).

Dalam dakwaan JPU Suheri Wira Fernanda, pada Senin tanggal 9 November 2020 sekira jam 01.00 WIB, di Jalan Kawat 3 Gang Turi Lingkungan 18 Kelurahan Tanjung Mulia Hilir Kecamatan Medan Deli, Julpan Ndururu (korban) bersama Ferdi Jon Laia sedang berdiri di depan warung Pak Suma sambil ngobrol dalam keadaan mabuk.

Lalu, korban berjalan ke arah rumah Fredi Jon Laia yang tidak jauh dari rumahnya. “Terdakwa mendekati korban seraya berkata dengan bahasa Nias yang artinya ‘aku enggak ada ganggu kamu’ sebanyak tiga kali. Setelah itu, terdakwa dan korban saling dorong- dorongan,” ujar JPU.

Selanjutnya, Ferdi Jon Laia datang dan berusaha memisah keduanya dengan mendorong badan mereka. Namun, usaha Ferdi memisah tidak berhasil karena dia sendiri pun dalam keadaan mabuk. Lalu, terdakwa menarik sebuah pisau dan menikam badan korban satu kali. Setelah itu, korban mencoba melakukan perlawanan, namun terdakwa menghindar.

Tidak sampai di situ, terdakwa mencoba kembali menikam korban. Tikaman tersebut tidak mengenai korban. Kemudian, korban berlari ke depan warung Pak Suma. Korban kembali mendekati terdakwa seraya memegang pisau di tangan kanannya. Sehingga mereka berdua saling berkelahi dengan menggunakan pisau yang dipegang masing-masing.

“Kemudian, terdakwa berlari ke rumahnya seraya memegang sebuah parang dengan panjang kurang lebih 40 cm dan sebuah kayu. Terdakwa berusaha mengejar korban, namun dihalang oleh Ferdi dan berkata bahwa korban telah meninggal,” ucap Suheri.

Saat itu, Ferdi tetap berupaya menghalangi terdakwa yang masih dalam keadaan emosi. Tidak hanya itu, tetangga yang berada di sekitar tempat kejadian berkeluaran dari rumah dan membantu Ferdi menghalangin terdakwa.

Setelah berhasil ditenangkan, Ferdi melihat korban dalam keadaan telungkup di jalan sambil memegang pisau, berlumuran darah dan sudah tidak bernyawa lagi. “Tak lama, petugas kepolisian pun datang dan korban dibawa ke rumah sakit. Namun, saat itu terdakwa tidak tahu lagi keberadaannya,” pungkas JPU.

(RD)

Berita sebelumyaPPKM Level 4, Masuk Madina Wajib Swab Antigen
Berita berikutnyaKorupsi Sewa Tempat Jualan, Mantan Kasubag Kas PD Pasar Medan Jalani Sidang