Dua Penjual 38 Kg Sisik Trenggiling dan Paruh Rangkong Diringkus

66
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi paparan ungkapan penjualan sisik trenggiling. (Ist)
Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi paparan ungkapan penjualan sisik trenggiling. (Ist)

garudaonline – Tapanuli Utara l Polres Tapanuli Utara meringkus dua tersangka jual beli satwa dilindungi berupa sisik trenggiling dan paruh burung rangkong di Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara, Sumut.

Dua tersangka yang ditangkap yakni Leonardo Rambe Sihombing (33) warga Desa Bahal Batu III, Kecamatan Siborongborong, Taput selaku penjual sisik trenggiling. Dan Sulaiman (44) warga Desa Matang Kecamatan Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh sebagai penjual paruh Rangkong Gading.

Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Johanson Sianturi mengatakan tersangka LRS ditangkap pada Sabtu 6 Agustus 2022, sekira pukul 13.00 WIB saat melakukan jual beli sisik trenggiling di Jalan Mayjend DI Panjaitan SPBU BPS Kelurahan Huta Toruan X, Tarutung.

“Sedangkan tersangka S diamankan pada hari yang sama sekira pukul 18.20 WIB, saat melakukan jual beli paruh burung rangkong gading di lokasi Tugu Lonceng Kelurahan Huta Toruan VI, Tarutung,” kata Johanson, Selasa (9/8/2022).

Johanson menyebutkan penangkapan kedua tersangka ini berhasil dilakukan atas kerjasama dengan Polda Sumut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BKSDA Sumut dan Polres Taput.

“Penangkapan berawal saat petugas mendapatkan informasi dari masyarakat tentang penyimpanan sisik trenggiling di wilayah hukum Polres Taput dan akan dilakukan transaksi jual beli di salah satu SPBU,” jelasnya

Selanjutnya petugas bersama dengan tim opsnal Sat Reskrim Polres Taput langsung melakukan penyelidikan di Jalan Mayjend D.I. Panjaitan SPBU BPS Kelurahan Huta Toruan X, Kecamatan Tarutung Kabupaten Taput, sekira pukul 13.00 WIB.

“Di lokasi pelapor dan tim opsnal Sat Reskrim Polres Taput menemukan seseorang mencurigakan yang membawa 2 karung yang diduga membawa sisik trenggiling,” ucapnya

Tim opsnal Sat Reskrim Polres Taput langsung mendatangi orang tersebut dan memeriksa benda yang berada dalam karung. Setelah diperiksa ternyata karung itu berisi 38 kg sisik trenggiling.

“Selanjutnya petugas langsung membawa orang tersebut ke kantor Polres Tapanuli Utara untuk dilakukan proses lebih lanjut,” paparnya.

Sementara, dalam pengungkapan kasus paruh burung rangkong gading, petugas yang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa transaksi akan dilakukan di Tarutung Kabupaten Taput.

“Petugas langsung melakukan penyelidikan. Dan di hari yang sama, petugas menemukan seseorang mencurigakan yang membawa 1 tas ransel. Petugas lantas memeriksa ransel orang tersebut. Ternyata berisi paruh burung Rangkong Gading sebanyak 10 buah,” pungkasnya.

Johanson menambahkan rencananya kedua tersangka akan menjual sisik trenggiling dan paruh burung tersebut ke China. Kedua tersangka langsung dibawa ke Mako Polres Taput untuk dimintai pertanggungjawaban pidananya.

“Terhadap kedua tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 21 Ayat (2) huruf a dan d Jo Pasal 40 Ayat (2) Undang-Undang No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya,” bebernya. (Nor)

Berita sebelumyaSat Binmas Polrestabes Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Cegah Masuknya Paham Radikalisme
Berita berikutnyaBobby Bawa Komunitas Kreatif Kota Medan Berkolaborasi Bikin Mural di Padang