Ekspor Asam Gelugur Sumut Capai Rp5,95 Miliar

141
Asam Gelugur. (Ist)
Asam Gelugur. (Ist)

garudaonline – Medan | Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan memfasilitasi ekspor asam gelugur di tiga negara selama triwulan pertama tahun 2021 yaitu India, Malaysia dan China.

Berdasarkan Data IQFAST Karantina Pertanian Belawan, ekspor asam gelugur mencapai 379,18 ton dengan nilai ekonomis 5,95 miliar.

“Ekspor asam gelugur ini meningkat sebanyak 33,5% dibanding periode sama tahun 2020 yang hanya berhasil mencatat sebanyak 284 ton dengan perolehan nilai ekonomi Rp4,6  miliar,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan Andi PM Yusmanto, Selasa (6/4/2021).

Dia mengatakan asam gelugur (Garcinia atroviridis atau Garcinia cambogia) sebelum diekspor, sudah dilakukan berbagai tindakan karantina sebagai penjaminan mutu komoditas ekspor supaya sehat dan aman sampai di negara tujuan, kemudian  baru diterbitkan surat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate (PC) sesuai permintaan negara tujuan.

“Selama ini, kami juga rutin memberikan bimbingan teknis pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari, SPS Measure, sesuai yang dipersyaratkan negara tujuan,” tambahnya.

Lebih lanjut Yusmanto menerangkan asam gelugur merupakan tanaman khas Sumut, banyak dibudidayakan di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang. Biasanya diekspor dalam bentuk kepingan kering berwarna coklat kehitaman, dan di negara tujuan ekspor digunakan sebagai bumbu masakan bahan baku kosmetik dan bahan baku obat.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil menyebutkan bahwa sejalan dengan tugas strategis yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL – red) untuk mengawal Gratieks supaya  ekspor komoditas pertanian meningkat pihaknya akan selalu mendorong asam gelugur asal Sumut yang sudah memiliki pasar ekspor.

“Kami akan melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap petani dan eksportir asam potong di desa pendukung Gratieks. Pembinaan dilakukan terkait proses pengolahannya yang tradisional agar produk yang dihasilkan terjamin dan diterima di negara tujuan ekspor,” bebernya. (NOR)

Berita sebelumya75 Personel Satbrimob Polda Jatim BKO ke Polda NTT Bantu Korban Bencana Alam
Berita berikutnyaLagi, Dua Wanita Kurir Sabu 1,3 Kg Dibekuk Petugas Bandara KNIA