Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh temuan vape yang mengandung etomidate, obat keras dengan efek hipnotik. Keterlibatan selebriti Jonathan Frizzy dalam peredarannya juga menjadi sorotan. Kasus ini menyoroti bahaya penyalahgunaan etomidate, sebuah obat yang memiliki fungsi spesifik dalam dunia medis, namun berdampak fatal jika disalahgunakan.
Etomidate, sebuah obat anestesi dengan kerja cepat, kini tengah menjadi perhatian karena penyalahgunaannya dalam bentuk liquid vape. Pemahaman mengenai fungsi dan dampaknya sangat krusial untuk mencegah tragedi serupa.
Etomidate: Anestesi Cepat dengan Risiko Fatal
Menurut dr. Hari Nugroho, pakar adiksi dari Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN), etomidate adalah obat hipnotik. Obat ini digunakan dalam anestesi karena efeknya yang cepat dan distribusi yang efisien.
Etomidate bekerja pada reseptor GABA A, mirip dengan propofol atau benzodiazepine. Namun, penggunaan etomidate harus berada di bawah pengawasan medis yang ketat.
Penyalahgunaan etomidate, terutama dalam bentuk liquid vape, sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Dampaknya tidak bisa dianggap remeh.
Efek Samping dan Bahaya Penyalahgunaan Etomidate
Dr. Hari menjelaskan berbagai efek samping yang mengancam jiwa akibat penyalahgunaan etomidate. Mual dan muntah merupakan efek samping yang umum terjadi.
Lebih serius lagi, etomidate dapat menyebabkan desaturasi oksigen dalam darah. Hal ini berarti kadar oksigen yang terikat dalam darah berkurang.
Etomidate juga dapat menyebabkan bradikardi, yaitu penurunan denyut jantung yang signifikan. Kondisi ini berdampak pada kemampuan jantung memompa darah secara efektif.
Selain itu, etomidate menekan fungsi kelenjar adrenal. Penekanan ini meningkatkan risiko kematian yang signifikan.
Etomidate dalam Perspektif Global dan Regulasi
Penyalahgunaan etomidate, menurut dr. Hari, telah terjadi di negara-negara Asia Timur sejak 2011. Namun, perhatian khusus baru meningkat sejak 2023.
Peningkatan perhatian ini disebabkan oleh meningkatnya temuan etomidate dan turunannya (metomidate dan butomidate) dalam liquid vape.
Etomidate kini dikategorikan sebagai New Psychoactive Substances (NPS) karena belum masuk dalam daftar zat terlarang di banyak negara.
Beberapa negara seperti China, Hong Kong, dan Singapura telah mulai memasukkan etomidate ke dalam daftar zat yang perlu diatur ketat karena potensi penyalahgunaannya yang membahayakan.
Kasus vape yang mengandung etomidate ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap zat-zat yang berpotensi disalahgunakan. Pencegahan dan edukasi masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini. Perlu peningkatan kewaspadaan dan kerjasama berbagai pihak untuk mencegah lebih banyak kasus serupa terjadi.

