Forhati Sumut Adakan Pelatihan Pembuatan Tempe Higienis

251
Pengurus MW Forhati Sumut dan narasumber diabadikan bersama usai pelatihan

garudaonline-Medan | Majelis Wilayah Forum HMI Wati (MW Forhati) Sumut, mengadakan pelatihan pembuatan tempe higienis dengan bahan baku kedelai non GMO di Café Kopi Takar, Jalan Setia Budi, Medan, Minggu (4/7/2021).

Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja bidang ekonomi dan kewirausahaan yang ketua bidangnya Hj Henny Pratiwi SP MM. Sedangkan, ide jenis produknya sendiri merupakan inisiatif dari Presidium Forhati Sumut, Yenny Susanti Siregar.

Forhati tertarik untuk melaksanakan pelatihan ini, karena tempe adalah jenis makanan yang hampir semua orang suka. Pelatihan tempe ini juga berbahan baku pilihan, impor dari Amerika spesikasi non GMO, kedelai tanpa rekayasa genetika.

“Melalui pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan keterampilan pengurus Majelis Daerah (MD) Forhati se-Sumut dan berpeluang menjadi produk unggulan,” harap Ketua Periodik MW Forhati Sumut, drg Sulfia Dewi Rambe.

Sementara, narasumber Ustaz Handoko mengatakan, tempe higienis merupakan warisan budaya leluhur yang harus dijaga, dilestarikan dan dibudayakan serta dikembangkan hingga ke seluruh dunia.

Proses pembuatan harus higienis dan halal, agar kita yang mengonsumsinya menjadi sehat. Kedelai harus yang berkualitas higienis, termasuk tempat dan alat digunakan bersih, halal dan steril.

“Selain memproduksi tempe higienis yang sudah diekspor juga membuat turunan atau industri hilir dari tempe, ada dimsum tempe, nugget tempe, bakso tempe, keripik tempe, dan lainnya,” kata Handoko.

Kegiatan ini berjalan lancar dengan peserta sebanyak 50 orang, terbagi secara offline dan online, diikuti sebagian pengurus Forhati MD se-Sumut, dan pesertanya mendapatkan fasilitas e-sertifikat.

“Selain pengurus MW dan MD Forhati, perserta juga ada dari organisasi UKM, Koperasi, REI, dan lainnya,” sebut pengurus MW Forhati Sumut, Serasi Malem Sitepu SPd.(UJ)

Berita sebelumyaBupati Pimpin Apel Gabungan Jajaran ASN Pemkab Langkat
Berita berikutnyaJaksa Sudah Banding, Korban UU ITE Harap Terdakwa Divonis Penjara