Forkopimda Jatim Dampingi Menko Marves dan Menkes Cek Penanganan Covid-19 di Malang Raya

227
Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berjunkung ke Malang Raya dalam rangka pengecekan penanganan Covid-19, Jumat (13/8/2021).

garudaonline – Malang | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur (Forkopimda Jatim) mendampingi kunjungan kerja (Kunker) Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan dan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Malang Raya, Jumat (13/8/2021).

Kunjungan Menko Marves dan Menkes di Malang Raya dalam rangka mengecek penanganan Covid-19. Adapun tempat pertama yang dikunjungi Menko Marves dan Menkes tersebut adalah Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Malang.

Di balai tersebut, kedua Menteri Kabinet Indonesia Maju itu melaksanakan pengecekan isolasi terpusat (Isoter) pasien Covid yang bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Di ruang isoter BPSDM Kota Malang terdapat 95 bed isolasi, terhitung 13 Agustus 2021 sudah terisi 84 pasien sehingga saat ini masih tersisa 11 bed.

Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam kesempatan tersebut meminta untuk selalu terbuka dalam penanganan Covid-19 walaupun angkanya tinggi pasti akan sembuh dan mengalami penurunan.

“Jadi jangan khawatir mengenai angka, biarkan saja tinggi. Nanti kalau sudah kita obati pasti turun,” ucap Luhut didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

“Kita tidak perlu malu mengenai hal ini, karena ini bukan aib. Penyakit ini bisa diatasi kalau kita tetap mematuhi protokol kesehatan. Jadi isoter ini sangat penting, begitu nanti anda ditesting atau tracing, lalu anda kena.”

“Ikut saja ke isoter, di sini ada dokternya, ada makannya, ada obatnya, pengecekannya, ada semua dan tidak menularkan ke keluarga kita,” Luhut menambahkan.

Lebih lanjut Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan agar selalu berhati-hati karena varian delta sangat berbahaya, bisa menyerang pernafasan.

“Kita tidak tahu tiba saturasi oksigen kita sudah dekat 80, kalau itu terjadi sudah sulit ditolong, sehingga angka kematian tinggi.”

“Kalau di rumah obatnya belum tentu ada, dokter enggak ada, Nakes tidak ada, ngurus saturasi oksigen tidak ada, oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada,” kata Menko Marves.

“Jadi saya titip pada bapak ibu sekalian teman-teman media sampaikan dan juga Pemda, saya titip enggak perlu ada angka-angka yang ditutupin. Biar saja dibuka. Itu masalah kita ramai-ramai kok enggak ada yang salah. Yang salah kalau kita tutupin. Kalau kita buka kalau kita tarik patuh dengan protokol itu pasti turun,” pintanya.

Di tempat yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin berpesan dalam hal ini masyarakat tidak perlu takut untuk diswab, karena kalo ada yang kena, itu kemungkinan keluarga terdekat kemungkinan terpapar, itu bisa diswab.

“Karena kalo kita diswab, dan kita tahu hasilnya, itu bisa melindungi keluarga kita. Yang bahaya itu kalau tidak mau diswab jadi tidak tahu. Justru kalo diswab itu kita bisa tahu hasilnya tidak apa apa, penyakit ini cepet kok disembuhkan,” ujar Menkes Budi.

Usai melakukan kunjungan di BPSDM, rombonga lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes Kemenkes, Malang. Dengan target capaian vaksinasi kepada 2.400 masyarakat Malang Raya. Total Vaksinator berjumlah 85 tenaga kesehatan dari Poltekkes Kemenkes.

Selanjutnya rombongan melaksanakan pengecekan RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, yang meliputi sarana dan prasarana serta Jumlah Ketersediaan bed occupancy rate (BOR). Sementara ketersediaan bed sebanyak 320, dengan pembagian 303 Bed OTG, 27 Bed IGD atau pasien yang perlu penanganan intesnif. Namun, per 13 Agustus, Keterisian Bed sebanyak 271.

Usai melakukan pengecekan di RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, rombongan lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil, dan Dosis II untuk masyarakat di Puskesmas Dadaprejo, Batu.

Sasaran vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil sebanyak 90 Dosis dan Dosis ll untuk masyarakat Dadaprejo Batu sebanyak 66 Dosis. Petugas tenaga kesehatan yang terlibat meliputi tenaga screening, registrasi dan vaksinator sebanyak 12 Tenaga Nakes dari puskesmas Dadaprejo Batu.

Pengecekan Isoter juga dilakukan di YPPI Batu, untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, atau tempat tidur untuk merawat pasien isolasi covid-19, baik dengan gejala ringan maupun sedang secara terpusat.

Di YPPI Batu juga disiapkan tenaga kesehatan, diantaranya, Dokter sejumlah 2 personel dan Perawat sejumlah 19 orang. Sementara untuk tempat tidur yang tersedia sebanyak 164 bed, dan terisi 59 pasien isolasi.

Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan rapat koordinasi penanganan covid 19 di wilayah Malang Raya Bertempat di Makorem 083/Baladhika Jaya yang dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Jatim dan Forkopimda Kab/Kota Malang dan Batu.

(rel/wan)

Berita sebelumyaLima Anggota DPRD Labura Pesta Narkoba Terancam 4 Tahun Penjara
Berita berikutnyaAjak Anak Berkarya di Tengah Pandemi, SMA Unggul Del Gelar Penampilan Seni Virtual