Forkopimda Jatim Dampingi Wapres Ma’ruf Amin Kunker ke Situbondo dan Banyuwangi

156
Wapres RI, Prof. Dr. K. H. Ma'ruf Amin Kunker ke Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021).

garudaonline – Jawa Timur | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur (Jatim) mendampingi Wakil Presiden (Wapres) RI, Prof. Dr. K. H. Ma’ruf Amin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Kamis (21/10/2021).

Dalam kunjungannya ke Situbondo, Wapres Ma’ruf Amin melakukan pengecekan vaksinasi massal kepada Santri Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah dengan target 15.000 dosis.

Didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Wapres dan rombongan juga menyapa alumni Ponpes Salafiyah secara virtual yang juga sedang melaksanakan vaksinasi masal.

Kegiatan vaksinasi kali ini dilaksanakan mulai 21 Oktober sampai dengan 3 November 2021 dengan capaian target sebanyak 15.000 dosis dengan didukung vaksin dari Dinkes, Kodim maupun Polres Situbondo dan dukungan tenaga kesehatan (Nakes) yang berjumlah 100 personel.

Setelah mengecek vaksinasi, Wapres berziarah ke Makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, Jalan KHR. Syamsul Arifin, Sukorejo, Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo.

Selain itu, Wapres juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah, dalam rangka wisuda ke-XXX, Universitas Ibrahimy Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Usai melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo, Wapres beserta Forkopimda Jatim menuju Kabupaten Banyuwangi, dengan melakukan peninjauan pelayanan publik Online Single Submission (OSS) berbasis resiko, di Mall Pelayanan Publik, Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah daerah dan pelaku usaha tentang system OSS perizinan berusaha berbasis resiko, pasca disahkannya Undang – Undang Cipta Kerja dengan memberikan kemudahan proses perizinan berusaha easy doing business, sebagai bentuk upaya untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan berusaha di daerah, serta menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan investasi di kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan dilanjutkan dengan Peninjauan Lounge Pelayanan Publik Pemerintah kabupaten Banyuwangi, diharapkan para tamu yang datang ke kabupaten Banyuwangi, dapat mempermudah akses data bagi para tamu. Mulai dari program – program Pemkab Banyuwangi, hingga tampilan CCTV yang mengkoneksikan antara Pemkab dengan berbagai dinas terkait.

Selanjutnya, Wapres beserta Forkopimda lanjut meninjau rumah kreatif di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kabupaten Banyuwangi. Di rumah kreatif ini telah dilakukan pelatihan kepada buruh migran dan masyarakat difable, dengan tujuan untuk meningkatkan kecakapan dan kemampuan kerja mandiri, kewirausahaan dan manajemen para penyandang disabilitas, sehingga mereka dapat mengidentifikasi peluang usaha dan memulai usaha mereka sendiri.

Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menghidupkan kewirausahaan sebagai strategi dalam penciptaan lapangan kerja.

Dalam kesempatan ini, Wapres K.H Ma’ruf Amin menyampaikan, Indonesia butuh hal seperti inilah yang kita harapkan, setiap kabupaten di Jawa Timur punya mall pelayanan publik dan pusat – pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat.

“Saya lihat, saya dengar tadi ada pasar pelayanan publik di tempat-tempat atau kampung nelayan. Sehingga mereka di dalam mengurus segala persoalan tidak harus datang ke kabupaten, mereka di tempatnya disana sudah bisa. Jadi ini mempercepat, memperpendek, mempermudah dan juga menghindarkan adanya pungutan liar,” kata Wapres saat meninjau rumah kreatif.

“Lalu yang saya temukan juga, yang menjadi masalah kita yaitu mengenai satu data, misalnya data-data UMKM, data-data orang miskin, data-data siapa yang harus memperoleh bansos ternyata sudah di Lounge pelayanan publik itu datanya sudah ada,” tambahnya.

Lebih lanjut Wapres menjelaskan, ini kita Indonesia sedang menuju satu data yang kita sebut dengan validasi data. Kalo ada program baik yang sifatnya itu bantuan sosial atau pemberdayaan bisa tepat sasaran.

“Selain itu, pemberdayaan difabel dan buruh migran ini menjadi program kita, bisa merobah mindsetnya untuk berkarya di kampungnya sendiri,” ujarnya.

“Saya harapkan seperti ini semua di indonesia kita punya, pelayanan publik dan pusat – pusat pelatihan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya Wakil Presiden RI K.H Ma’ruf Amin.

(rel/wan)

Berita sebelumyaDitahan, Tersangka Korupsi Pupuk Curah Rp 7,2 Miliar Dilimpahkan Tahap II ke JPU
Berita berikutnyaKorupsi Pengadaan Tanah di PA Sidikalang, Mantan Kades Sitinjo Dihukum 3,5 Tahun