Forkopimda Jawa Timur Gelar Rakornis Penanganan Covid-19

129
Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito bersama Forkopimda Jawa Timur

garudaonline – Surabaya | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur
menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) penanganan Covid-19.

Rapat yang digelar secara virtual di Markas Polda Jawa Timur, Senin (7/7/2021) malam ini dihadiri oleh Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito.

Adapun peserta rapat antara lain Asops Panglima TNI, Kabinda Jawa Timur, Wakapolda Jawa Timur, Karodalops Sops Polri, Danrem 084/Bhaskara Jaya dan Wali Kota Surabaya.

Tampak pula Sekda Provinsi Jawa Timur, PJU Kodam V/Brawijaya, PJU Polda Jawa Timur, Kepala OPD Provinsi Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten/Kota Jajaran Jawa Timur.

Rakornis penanganan Covid-19 diawali dengan pemaparan oleh Kadinkes Provinsi Jawa Timur yang menyebutkan bahwa trend rata-rata keterpakaian kapasitas BOR ICU rumah sakit di beberapa daerah Kabupaten/Kota mencapai 25 persen.

Lalu tingkat prosentase pelaksanaan vaksinasi di Jawa Timur mencapai 64,13 persen pada dosis I dan 30.32 persen pada dosis ke II per 6 Juni 2021.

Sedangkan Kepala Satgas Covid-19 Jawa Timur menyampaikan bawa tingkat kematian di Jawa Timur akibat Covid- 19 mencapai 2,78 persen. Sementara itu tingkat penggunaan BOR di Kabupaten Bangkalan mencapai 82 persen.

“Varian Covid-19 B.1617 asal India sudah mulai mendominasi persebaran di wilayah Jawa Timur maka dari itu perlu memperketat pelaksanaan penerapan prokes dan pembatasan kegiatan masyarakat,” imbuhnya.

Senada disampaikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Dalam pemaparannya, Imron mengatakan bahwa epicentrum zona merah yakni, Kecamatan Arosbaya yang mengalami lonjakan kasus Covid-19 diduga akibat tradisi lebaran ketupat serta PMI yang mengabaikan prokes.

“Telah dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat serta swab masal di Kecamatan Arosbaya yang diduga menjadi Epicentrum Persebaran Covid-19,” jelas R Abdul Latif Amin Imron.

Sementara itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro menerangkan, tingkat ketersedian BOR di rumah sakit di Kabupaten Madiun mencapai 35 persen serta penerapan larangan isolasi mandiri bagi masyarakat Madiun yang terpapar Covid-19 untuk menekan tingkat persebaran Covid-19 di masyarakat.

Bupati Tulungagung juga menerangkan, terkait tingkat ketersediaan BOR di Kabupaten Tulungagung yang mencapai 63 persen. Serta tingkat penambahan kasus aktif dalam dua bulan terakhir terjadi kenaikan namun tidak signifikan.

Wali Kota Madiun pun menyampaikan, bahwa tingkat ketersediaan BOR di Kota Madiun yang mencapi 69 persen serta upaya penekanan penyebaran Covid-19 di Kota Madiun.

Sedangkan Bupati Trenggalek menyebut bahwa terkait kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Trenggalek mencapai 86 pasien serta tingkat keterpakaian BOR di Kabupaten Trenggalek mencapai 30 persen.

Di Kabupaten Banyuwangi, Bupati Banyuwangi mengaku bahwa kasus aktif Covid-19 mencapai 101 persen serta tingkat keterpakaian BOR mencapai 51 persen.

Sedangkan Bupati Bojonegoro menerangkan terkait tingkat keterpakaian BOR di Kabupten Bojonegoro yang mencapi 58 persen.

Dari pemaparan Bupati/ Wali Kota di Jatim, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyebutkan, upaya yang dilaksanakan dalam menekan angka persebaran Covid-19 yakni, melakukan rapat koordinasi, mengecek ketersediaan BOR, penambahan tenaga kesehatan dan alat kesehatan serta penerapan protokol kesehatan.

“Pelaksanaan penyekatan di perbatasan Surabaya dan Bangkalan pada 6 Juni terkonfirmasi 30 orang positif, pada 7 Juni terkonfirmasi 41 orang positif. Hal ini perlu menjadi perhatian kusus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” jelas Pangdam V Brawijaya.

Sedangkan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyebutkan, Penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan mencapai 40 orang dengan kasus aktif 115 orang.

“Fokus penaganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan dengan menerapkan 3T dilakukan di 4 (empat) Kecamatan yakni Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis dan Kecamatan Geger,” ungkap Kapolda Jatim.

Ditambahkan Kapolda, Melibatkan Polrestabes Surabaya, Polres Tanjung Perak dan Polres Bangkalan dalam melakukan penyekatan di perbatasan Bangkalan dan Surabaya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Kita perlu bekerja sama dengan meningkatkan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi disegala sektor lini untuk menangani Covid-19,” tambah Kapolda.

Tidak hanya Bupati dan Wali Kota di Jatim yang memberikan pemaparan terkait dengan kondisi wilayah masing-masing. Ahli Epidomologi BNPB juga memberikan pemaparannya.

Dijelaskan, kasus kenaikan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan tidak diikuti dengan ketersedian BOR yang cukup, sehingga menjadi atensi dari BNPB untuk mengantisipasi dan menekan angka kematian.

“Pembelajaran dari lonjakan kasus di Kabupaten Kudus, apabila diantisipasi pada dua minggu sebelumnya maka tidak terjadi lonjakan mencapai 2000 kasus aktif,” ucapnya.

Sementara itu Kepala BNPB juga memberikan Pengarahan di antaranya, pastikan ketersediaan BOR serta tenaga kesehatan di rumah sakit dan tempat isolasi mandiri, memaksimalkan fungsi Posko PPKM mikro untuk mengendalikan kasus aktiv Covid-19.

“Konsisten dan meningkatkan jumlah pemeriksaan baik tracing maupun testing, dan pantau kedisiplinan protokol kesehatan dan pembatasan mobilitas penduduk serta diperlukan kolaborasi, koordinasi dan sinergitas antar stake holder dalam menangani kasus Covid-19,” katanya.

Terakhir, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa Forkopimda Jawa Timur terus melaksanakan pencagahan penularan Covid-19 terutama varian baru di Jawa Timur dengan melaksanakan protokol kesehatan ketat bagi PMI yang kembali ke Jawa Timur dengan dilakukan karantina dan pemeriksaan swab test di Asrama Haji maupun pos PPKM Mikro masing masing wilayah.

“Berkaitan dengan melonjaknya penyebaran Covid-19 di Bangkalan, maka kami Forkopimda bersama sama melaksanakan antisipasi dengan penyekatan di Suramadu dan titik lainnya untuk mencegah penyebaran di daerah lain serta pelaksanaan swab antigen masal maupun 3T,” jelas Gubernur Jatim.

(rel/wan)

Berita sebelumyaGubsu Diminta Tinjau Tanggul Sungai Wampu di Desa Stungkit
Berita berikutnyaPLN UIW Sumut Libatkan Tim PDKB untuk Pemeliharaan Jaringan