Forkopimda Jawa Timur Pastikan Mekanisme Penyekatan di Suramadu Berjalan dengan Baik

153
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan pengecekan penyekatan larangan mudik di Jembatan Suramadu, Sabtu (8/5/2021).

garudaonline – Suramadu | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur mengecek titik pos penyekatan larangan mudik di Jembatan Suramadu, Sabtu (8/5/2021).

Hal ini dilakukan guna memastikan penyekatan kendaraan dari arah Surabaya menuju Madura berlangsung sesuai mekanisme.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan pengecekan dari kesiapan petugas, maupun mekanisme yang dilakukan dalam melakukan penyekatan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan pengecekan penyekatan larangan mudik di Jembatan Suramadu, Sabtu (8/5/2021).

Forkopimda juga secara langsung menempelkan stiker sebagai tanda bahwa kendaraan berplat nomor luar Surabaya tersebut, dapat memasuki kawasan Surabaya dan sekitarnya dengan sistem algomerasi.

“Kami dari Forkopimda Jawa Timur melaksanakan pengecekan penyekatan terhadap kendaraan yang masuk maupun yang keluar baik dari Surabaya maupun dari Madura,” ujarnya Kapolda Jawa Timur Irjen Noco Afinta usai melakukan pengecekan di pos penyekatan Suramadu.

Lebih lanjut Irjen Nico mengatakan, para pengendara yang hendak melakukan perjalanan keluar atau masuk Surabaya, harus dan wajib dilengkapi surat bebas Covid

“Dimana mekanismenya untuk kendaraan yang masuk dan keluar wajib memenuhi persyaratan seperti surat bebas COVID dan surat perjalanan tugas,” imbuh Nico.

Menurut Nico, selama penyekatan dilaksanakan, petugas rata-rata telah memutarbalikan sekitar 100 hingga 200 kendaraan. Ia juga terus mengimbau kepada masyaralat agar tetap menerapkan protokol kesehatan agar kasus di India atau di negara Asean tidak terjadi di Indonesia.

“Dalam beberapa hari ini, hari pertama, kedua dan ketiga ini sudah banyak kegiatan yang dilakukan. Rata-rata sebanyak 100 sampai 200 dan menurun sampai sekarang 40 persen,” tandasnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, tetap mematuhi prokes karena masih banyaknya korban-korban berjatuhan yang kita ketahui seperti di India maupun di Asean,” tambahnya.

“Sedangkan kita sendiri dalam masa-masa lebaran banyak nanti kegiatan-kegiatan yang berpotensi dalam menyebarkan COVID,” pungkasnya orang nomor satu di Kepolisian Jawa Timur ini.

(rel/wan)

Berita sebelumya100 Hari Kerja Kapolri Dinilai Miliki Semangat Kepolisian yang Demokratis
Berita berikutnyaWakapolda Sumut Ultimatum Anggota Jangan Coba-Coba Loloskan Pemudik