Forkopimda Jawa Timur Sambangi Posko Check Point di Exit Tol Ngawi

151
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menyambangi Posko Check Point penyekatan larangan mudik Lebaran 2021, di Exit Tol Ngawi, Sabtu (8/5/2021).

garudaonline – Ngawi | Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menyambangi Posko Check Point penyekatan larangan mudik Lebaran 2021, di Exit Tol Ngawi, Sabtu (8/5/2021).

Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan pengecekan secara langsung aktifitas masyarakat yang melakukan mudik dengan memeriksa surat-surat dari perusahaan maupun surat bebas Covid-19.

“Masyarakat yang bepergian untuk keperluan mendesak sudah memenuhi kewajibannya. Mereka membawa surat tugas dari perusahaan dan surat keterangan bebas Covid-19,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta di sela kunjungannya.

Pemerintah telah menetapkan aturan larangan mudik 2021 bagi masyarakat mulai Kamis, 6 Mei 2021 hingga Senin, 17 Mei 2021 mendatang. Dalam aturan larangan mudik ini, masyarakat tidak diperbolehkan untuk melakukan bepergian ke luar kota.

Aturan larangan mudik ini telah tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan Pengendalian Covid-19 selama Bulan Suci Ramadan 1442 H.

Namun aturan larangan mudik tersebut dikecualikan bagi orang yang bepergian untuk keperluan mendesak. Itu pun harus memenuhi administrasi seperti membawa surat keterangan bebas Covid-19 dan membawa surat tugas dari instansi atau perusahaan masing-masing.

Lebih lanjut, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan penyekatan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri dan Pemda.

“Ada lima hal yang sudah saya diskusikan bersama Ibu Gubernur dan Pangdam V Brawijaya. Pertama terkait Salat Ied, tempat wisata, daerah religi, kunjungan sanak saudara dan daerah wisata religi lainnya,” lanjut Nico.

Ditambahkan, bahwa setelah melaksanakan lebaran nanti, akan dilaksanakan tradisi kupatan. Kiranya seluruh masyarakat bisa melaksanakan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Harapannya, pasca-pelaksanaan mudik Lebaran, Covid-19 tidak kembali naik,” tambahnya.

Selain itu arus mudik lebaran pada tahun ini, diprediksi pada 6 dan 7 Mei 2021 kemarin adalah puncak mudik lebaran. Dan hari ini, di hari ketiga mudik lebaran mengalami penurunan 40-50 persen.

“Diperkirakan akan kembali naik setelah tanggal 17 Mei 2021 setelah lebaran, dimana masyarakat melakukan arus balik,” tutup kapolda.

(rel/wan)

Berita sebelumyaHardiknas 2021 : Kepala TK/ PAUD Zamzam Fitriani SPd Raih Penghargaan
Berita berikutnyaGampong Geudong-Geudong Salurkan Santunan dan Paket Sembako untuk Anak Yatim