Gagal Eksekusi Tanah di Jalan Patriot, Pengadilan Koordinasi dengan Pemohon

315

garudaonline – Medan | Akibat suasana memanas karena juru sita bersitegang dengan aparat, Pengadilan Negeri (PN) Medan membatalkan melakukan eksekusi sebidang tanah di Jalan Patriot, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (22/3/2021).

Humas PN Medan, Immanuel Tarigan membenarkan juru sita membatalkan eksekusi. Menurutnya, penetapan eksekusi itu sudah dikeluarkan sejak tahun 2018.

“Itu penetapan eksekusinya masa Ketua PN yang lama pada tahun 2018, tapi belum dilaksanakan secara sempurna di lapangan. Saya tidak tahu ini alasannya apa. Hari ini gagal eksekusi di lapangan,” cetus Immanuel.

Dia menjelaskan, lokasi yang dieksekusi adalah sebidang tanah kosong. Namun, saat di lapangan, tim juru sita terkendala dengan keadaan yang tidak kondusif.

“Kalau ditemukan keadaan yang tidak kondusif, maka eksekusi tidak dilaksanakan secara sempurna. Demi keamanan, petugas juru sita mundur dan nanti akan dibuatlah berita acara,” jelas Immanuel.

Setelah itu, juru sita akan merembukkan kembali  kapan eksekusi dilaksanakan. Saat disinggung adanya sejumlah aparat yang ikut berjaga-jaga di lokasi eksekusi, Immanuel tidak mau jauh berkomentar.

“Itulah namanya yang tidak kondusif tadi karena alasan itu, kita mundur. Pengadilan tidak pernah lakukan eksekusi kalau keadaannya tidak kondusif. Tapi kalau pihak keamanan yakni Polri nyatakan siap,¬† kita laksanakan. Tapi, ini tadi memang karena tidak kondusif dan itu dimungkinkan balik sampai keadaan kondusif,” terangnya.

Dia menambahkan, pasca gagalnya eksekusi ini,  juru sita akan melaporkan dan berkoordinasi lagi dengan pemohon pengadilan untuk dijadwalkan kapan bisa dilakukan ekseksui ulang. Sebab, bila saja dipaksakan eksekusi, akan lebih berbahaya situasinya.

Disinggung, gagalnya eksekusi seolah membuat marwah pengadilan terciderai dan tidak berdaya, Immanuel menegaskan, pada prinsipnya pihaknya batal eksekusi karena memang situasi tidak kondusif.

“Begini ya, pengadilan itu melaksanakan eksekusi dengan bantuan pihak keamanan. Prinsipnya, kalau eksekusi tidak aman, kita tidak laksanakan. Kalau tafsiran-tafsiran lain, no coment,” tegasnya.

Diketahui, dalam surat penetapan Nomor: 19/Eks/2018/149/Pdt.G/2012/PN Mdn, dijelaskan Pemohon eksekusi bernama William Chandra warga Jalan Kolonel Sugiono Medan.

Dalam surat permohonan yang ditujukan ke Ketua PN Medan, agar berkenan melaksanakan eksekusi pengosongan tanah sesuai isi putusan PN Medan, Pengadilan Tinggi Medan dan Mahkamah Agung Nomor: 666/K/Pdt/2014/ tanggal 19 Agustus 2014 yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

(rd)

Berita sebelumyaBuyung Tato Ngaku Bunuh Temannya Sesama Sopir Angkot karena Sakit Hati
Berita berikutnyaSeorang Pria Tewas Ditabrak Kereta Api di Medan