Gagal Kirim Paket Ganja 700 Gram, Mahasiswa asal Labuhanbatu Diadili

161

garudaonline – Medan | Seorang mahasiswa bernama Widhi Fachrursyah Nasution terpaksa harus menjalani sidang secara virtual di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (22/3/2021). Pasalnya, warga Dusun IX Desa Perkebunan Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu didakwa telah mengirim narkotika jenis ganja kering seberat 700 gram via jasa ekspedisi.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Melly Nova, pada September 2020, seorang perempuan selaku karyawan dari salah satu perusahaan jasa pengiriman barang (ekspedisi), melaporkan telah menemukan paket kepada petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut.

Paket berisi ganja itu ditemukan di kantor ekspedisi, Komplek Mutiara Palace Bandar Selamat Kecamatan Medan Tembung. “Berdasarkan informasi tersebut, petugas langsung berangkat ke lokasi dan bertemu dengan Syahriana Husna (saksi). Saat itu, saksi menyerahkan paket berisi ganja seberat 700 gram,” ujar JPU dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Abdul Azis.

Kepada petugas, saksi menjelaskan tentang pemilik ganja tersebut adalah terdakwa Widhi Fachrursyah Nasution. Sebelumnya, terdakwa telah datang ke kantor ekspedisi tersebut dengan membawa satu kotak berisi ganja.

“Rencananya, ganja akan dikirimkan ke seseorang yang bernama Hondo Reska di Desa Sengkemang RW 003 RT 006 Kecamatan Koto Gasip Kabupaten Siak Provinsi Riau,” cetus Nova.

Setelah ganja diamankan, petugas mencari keberadaan terdakwa. Kemudian, petugas mendapat informasi bahwa terdakwa sedang berada di sebuah rumah kos Jalan Tangkul II Gang Pribadi Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung.

Tanpa basa basi, petugas yang sampai di kos tersebut langsung menangkap terdakwa. Petugas menjelaskan bahwa sebelumnya telah dilakukan penyitaan terhadap ganja sebanyak satu bal seberat 700 gram. Mendengar penjelasan itu, terdakwa akhirnya mengakui bahwa barang haram itu miliknya.

Tak hanya itu, petugas juga melakukan  penggeledahan dan ditemukan dari dalam lemari berisi ganja seberat 70 gram. Ganja ini merupakan bagian dari ganja yang sebelumnya ditemukan di kantor ekspedisi.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tandas JPU dari Kejati Sumut tersebut.

(rd)

 

Berita sebelumyaPesan Layanan GeNose C19 Bisa via KAI Access
Berita berikutnyaKapolri dan KSAL Sepakat Tingkatkan Kerjasama Keamanan Laut