Gregoria Mariska Tunjung, pebulutangkis putri Indonesia peraih medali perunggu Olimpiade Paris, dikabarkan mengalami vertigo. Kondisi ini memaksanya untuk absen dari beberapa turnamen dan masa pemulihannya masih belum pasti.
Absennya Gregoria sejak simulasi Piala Sudirman pertengahan April lalu menimbulkan kekhawatiran. PBSI pun berharap agar ia segera pulih dan kembali berlaga.
Kondisi Gregoria Mariska Tunjung dan Dampaknya pada Karier
Gregoria, yang akrab disapa Jorji, telah menjelaskan kondisinya melalui media sosial. Ia mengaku mengalami vertigo atau migrain parah sejak akhir Maret 2025.
Serangan vertigo yang dialaminya cukup berat, berlangsung hingga 4-5 jam dan membuatnya kehilangan keseimbangan, muntah, serta tak mampu beraktivitas. Bahkan, ia sampai dua kali dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans.
Meskipun telah menjalani pemeriksaan MRI otak dan serviks dengan hasil normal, penyebab vertigo Gregoria masih belum ditemukan. Dokter menyarankan istirahat total dan menjalani tes lanjutan untuk mendiagnosis penyakitnya.
Fisioterapi telah dilakukan untuk memperbaiki keseimbangannya. Namun, upaya kembali berlatih terlalu cepat justru memperburuk kondisinya.
Akibatnya, Gregoria terpaksa mundur dari sejumlah turnamen penting, termasuk Singapore Open Super 750 dan Indonesia Open Super 1000. Hal ini tentu berdampak pada poin rankingnya.
Tanggapan PBSI dan Rencana ke Depan
Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menyatakan belum dapat memastikan langkah selanjutnya untuk Gregoria. PBSI saat ini fokus pada pemulihan kesehatannya.
Taufik menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dan konsultasi lebih lanjut dengan dokter yang menangani Gregoria. Belum ada keputusan terkait proteksi ranking, mengingat waktu pemulihan yang belum dapat dipastikan.
PBSI berharap Gregoria dapat segera pulih dan kembali berlaga di Indonesia Open. Doa dan dukungan diberikan agar ia dapat segera kembali ke lapangan.
Pihak PBSI akan terus memantau perkembangan kondisi Gregoria dan berkoordinasi dengan tim medis untuk menentukan langkah selanjutnya. Keputusan terkait partisipasinya di turnamen mendatang akan diumumkan setelah kondisi kesehatannya membaik.
Tantangan dan Harapan untuk Gregoria
Vertigo yang diderita Gregoria merupakan tantangan serius bagi kariernya. Selain mempengaruhi performa, kondisi ini juga berisiko memperburuk cedera jika ia memaksakan diri.
Kehilangan kesempatan bertanding di turnamen-turnamen besar tentu berdampak signifikan pada poin ranking dunia Gregoria. Namun, prioritas utama saat ini adalah kesembuhannya.
Dukungan dari PBSI, keluarga, dan para penggemar sangat penting bagi Gregoria dalam melewati masa sulit ini. Semangat juang dan tekadnya untuk kembali ke lapangan diharapkan dapat membantunya mengatasi vertigo.
Semoga Gregoria segera pulih dan dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya di lapangan bulu tangkis. Kehadirannya sangat dinantikan oleh para penggemar bulu tangkis Indonesia.
Keberhasilan Gregoria melewati masa sulit ini menjadi bukti pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam dunia olahraga profesional. Semoga pengalaman ini juga dapat memberikan pelajaran berharga bagi atlet lainnya.

