Gubernur Edy: BOR Sumut 19 Persen, Rakyat Sakit Berkurang

381
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi

garudaonline – Medan | Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyebutkan tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) di Sumut turun menjadi 19 persen. Dengan begitu, kasus Covid-19 di wilayah ini menurut Edy menurut drastis.

“BOR kita untuk isolasi di angka 19 persen. Enam minggu lalu berada di 80 persen. Untuk ICU berada di 28 persen. Itu adalah tanda otentik rakyat kita yang sakit makin berkurang,” kata Edy, Senin (13/9).

Edy menyebutkan setiap penguburan pasien yang terpapar Covid-19 membutuhkan dana sampai Rp5 juta. Dengan adanya penurunan kasus, maka anggaran yang keluar semakin minim.

“Karena setiap yang dikubur terpapar Covid-19 itu dananya sampai Rp 5 juta. Semakin uang ini tak keluar berarti semakin sedikit meninggal,” tegasnya.

Berdasarkan data akumulasi dari Satgas Covid-19 di Sumut, kasus terpapar Covid-19 per tanggal 11 September 2021 tercatat mencapai 101.468 kasus, sembuh 89.043 dan meninggal 2.578 kasus.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Sumatera Utara menyampaikan secara umum kasus aktif di Sumut memang mengalami penurunan. Namun Airlangga memberi catatan pada pemerintah daerah, terkait penyesuaian data kasus, vaksinasi, dan jumlah testing.

“Apresiasi kepada pemerintah Sumatera Utara bersama forkopimda atas penurunan kasus,” kata Airlangga dalam agenda Rapat Koordinasi dengan Kepala Daerah dan Forkopimda di Medan, Kamis (9/9/2021).

Airlangga juga meminta pada kepala daerah di Sumut untuk memperbaiki data penanganan kasus Covid-19 di daerahnya masing-masing. Sebab data yang dilaporkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) tidak sinkron dengan data yang ada di Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

(Nor)

Berita sebelumyaMahasiswi Unimed Tewas Tenggelam di Sungai Sirahar
Berita berikutnyaKepala BIN Kawal Warga Vaksin di Atas Becak