Gubernur Edy Dorong Padang Lawas Jadi Lumbung Ternak

146
Edy Rahmayadi.
Edy Rahmayadi.

garudaonline – Medan | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mendorong Kabupaten Padang Lawas (Palas) menjadi lumbung ternak di Sumut. Saat ini produksi daging sapi di Sumut berkisar 23 persen dari kebutuhan masyarakat Sumut.

Edy pun meresmikan instalasi pembibitan ternak sapi potong di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Barumun Selatan, Kabupaten Padang Lawas, Selasa (15/6). Instalasi pembibitan ternak sapi itu memiliki kandang seluas 6 hektare dan mampu menampung 300 ekor sapi.

Instalasi ini juga memiliki lahan pengembangan rumput atau pakan ternak seluas 16 hektare. Jenis sapi yang diternak baragam, mulai dari Brahman hingga Limosin. Begitu juga dengan jenis rumput yang ditanam, mulai dari odot, kingres hingga pakcong.

“Sumut kekurangan daging, untuk itu, kehadiran instalasi pembibitan ternak sapi potong ini diharapkan dapat menggenjot produksi daging sapi kita,” kata Edy.

Menurut Edy, Kabupaten Palas sangat cocok sebagai lahan peternakan. Apalagi dahulu daerah ini juga pernah dijadikan sebagai wilayah ternak oleh pemerintah kolonial Belanda.

“Kalau kita belajar sejarah Riau, dulu daging itu datangnya dari Palas, bahkan Aceh dari sini. Apalagi Tabagsel semua dari sini. Daerah ini (Palas) didesain oleh Belanda memang untuk pertanian dan ternak,” jelas Edy.

Edy juga mengharapkan, agar daerah kabupaten/kota dapat mengembangkan wilayahnya masing-masing sesuai dengan potensinya.

“Jadi, pada kepala daerah harus memahami potensi wilayahnya, sehingga dapat dikembangkan menjadi keunggulan daerah,” ucap Edy.

Kepala Seksi Pengembangan dan Produksi Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pembibitan Ternak Unggas dan Sapi Sihitang, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Yunas menambahkan, selama ini Sumut kesulitan mendapatkan bibit sapi unggul. Sehingga bibit sapi terpaksa diambil dari luar Sumut.

“Instalasi ini diharapkan dapat memenuhi ketersediaan bibit juga, selama ini kita kesulitan mendapatkan bibit unggul, kita harus dari luar mendapatkannya,” pungkas Yunas.

Selain itu, instalasi tersebut juga berfungsi sebagai tempat edukasi dan pelatihan bagi masyarakat yang ingin mempelajari pembibitan ternak sapi. Untuk itu, kata Yunas, pihaknya akan menggandeng kelompok peternak sapi guna memberdayakan masyarakat. Instalasi tersebut juga bisa menjadi tempat agrowisata.

“Kita menargetkan hasil dari bibit sapi di sini bisa kita sebar ke masyarakat, sehingga di masyarakat akan tersebar bibit sapi unggul yang lebih baik, kita juga menargetkan ini dapat menghasilkan PAD bagi Pemprov Sumut, ” urai Yunas. (Nor)

Berita sebelumyaJadi Kurir Sabu 1 Kg, Petani Asal Aceh Dibui 12 Tahun
Berita berikutnyaHari ke-9, 574 Warga Divaksinasi Massal di Polres Tanjung Balai