Guru SMP di Malang Ditangkap karena Rakit Senjata Api Ilegal

143
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (tengah) didampingi Wadirreskrimum AKBP Nasrun Pasaribu (kanan) dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono (kiri) merilis barang bukti senjata api ilegal yang disita dari oknum Guru SMP di Malang
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko (tengah) didampingi Wadirreskrimum AKBP Nasrun Pasaribu (kanan) dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono (kiri) merilis barang bukti senjata api ilegal yang disita dari oknum Guru SMP di Malang

garudaonline – Malang | Seorang Guru SMP di Kabupaten Malang ditangkap personel Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur.

Oknum guru berinisial AR (23) warga Kecamatan Gondang Legi, Kabupaten Malang ini diciduk polisi lantaran kedapatan merakit senjata api ilegal.

Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti 3 pucuk senjata api rakitan jenis revolver, baikal, laras panjang reminten kaliber 5,56 mm.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Jumat (23/4/2021) mengatakan, AR mulai merakit senjata api ilegal sejak Februari 2021 lalu.

“Dalam rentang waktu tersebut, 7 pucuk senjata sudah berhasil ia rakit,” kata Kombes Gatot didampingi Wadirreskrimum AKBP Nasrun Pasaribu dan Kasubdit III Jatanras AKBP Lintar Mahardhono.

“Hasil senjata api rakitannya itu dijual dengan harga bervariasi sesuai pesanan antara Rp3,5 juta hingga Rp6,5 juta,” sambung Gatot.

Lebih lanjut Kombes Gatot Repli menjelaskan, dalam mengerjakan senpi rakitan, AR selalu memakai alat-alat perbengkelan di antaranya gerinda, alat bubut dan alat las.

“Tersangka selalu mengunakan bermacam-macam peralatan bengkel. Kalau profesi sebenarnya guru SMP,” terang Kombes Gatot.

Terhadap tersangka hingga saat ini masih dilakukan pemeriksaan. Ia dipersangkakan dengan Pasal 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951 terkait merakit atau membuat dan atau menguasai senjata api secara ilegal.

“Adapun ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara,” tutup Kombes Gatot Repli Handoko.

(wan)

Berita sebelumyaAliansi Penyelamat Umat : Semua Tempat Maksiat di Binjai Harus Ditutup
Berita berikutnyaKapolda Dukung Penyidik KPK Berantas Korupsi di Pemko Tanjung Balai