Hakim Perberat Hukuman Parbetor Jadi 20 Tahun

50
Terdakwa, Rizal Haris Daulay saat mendengarkan putusan. (Ist)
Terdakwa, Rizal Haris Daulay saat mendengarkan putusan. (Ist)

garudaonline – Medan | Malang benar nasib penarik becak motor (parbetor) bernama Rizal Haris Daulay (40). Gegara tergiur dapat upah Rp1,5 juta, warga Sei Kapuas, Kelurahan Sei Babura, Kecamatan Medan Sunggal ini divonis selama 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Rizal Haris Daulay selama 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” tandas Hakim Ketua, Sayed Tarmizi di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/8/2022).

Majelis hakim berpendapat, hal memberatkan, perbuatan terdakwa tidak sejalan dengan pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkotika.

Sedangkan hal meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya, belum pernah dihukum serta sopan selama persidangan.

“Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, sebagaimana dakwaan pertama,” pungkas hakim.

Putusan ini lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fauzan Irgi Hasibuan yang menuntut terdakwa selama 14 tahun penjara. Menanggapi putusan tersebut, terdakwa yang didampingi penasihat hukumnya (PH), Juwita Batubara menyatakan menerima.

Dalam dakwaan JPU Fauzan Irgi Hasibuan, lewat sambungan WhatsApp (WA), Embong menawarkan pekerjaan kepada terdakwa Rizal Haris Daulay untuk menjual sabu.

“Nanti abang antarkanlah sabunya ke pembeli. Upahnya Rp1,5 juta. Minggu depan tunggulah di dekat RS Bunda Thamrin, nanti ada yang ngasih handphone sama abang,” ujar JPU Fauzan menirukan ucapan Embong saat itu.

Pada Minggu 13 Maret 2022 siang, terdakwa menunggu di depan rumah sakit. Tak lama, pria tak dikenal datang menghampiri terdakwa sembari memberikan handphone.

Lalu, terdakwa mengikuti petunjuk Embong melalui handphone. Setelah sampai di Jalan Gatot Subroto Simpang Jalan Titi Papan, terdakwa ditelepon kembali dan diarahkan untuk menunggu di Jalan Titi Papan Gang Persatuan.

Kemudian, tiba-tiba seseorang datang dan menghampiri terdakwa sambil menyerahkan tas berisi sabu sebanyak 9 bungkus dengan berat 8,8 kg.

Tas itu dimasukkan terdakwa ke dalam becak motornya dan menunggu arahan lebih lanjut kepada siapa barang tersebut akan diantarkan. Berharap dapat upah Rp1,5 juta, terdakwa malah ditangkap oleh petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan. (RD)

Berita sebelumyaPolrestabes Medan Gelar Binrohtal Personel Beragama Nasrani
Berita berikutnyaIngin Jajal Trans Sumatera? Ini Rest Area Pilihan dan Tips Perjalanan Aman