Hendro Susanto, Anak Desa yang Semangat Lakukan Perubahan

1859
Hendro Susanto

garudaonline-Medan | Hendro Susanto, yang kini diberi amanah menjadi Ketua Komisi A DPRD Sumut, merupakan sosok anak desa yang selalu bersemangat melakukan perubahan.

Walau lahir di Desa Tunggorono, Kecamatan Binjai Timur pada 26 Februari 1980, namun di dalam dirinya terdapat darah Besilam, karena ayahnya kelahiran Desa Besilam, Dusun III Jawa.

Selepas sekolah menengah atas, Hendro nekad merantau ke Jakarta pada 1998 yang lalu. Berbekal semangat tak kenal lelah dalam menuntut ilmu, dia bisa meneruskan studi ke salah satu perguruan tinggi di Jakarta.

Dan, dengan status sebagai seorang mahasiswa pula, Hendro pun ikut terlibat dalam gerakan mahasiswa mengawal jalannya reformasi kala itu.

“Saat itu saya sempat dicari-cari pihak kepolisian,” ungkap Hendro, yang saat ini juga diberi kepercayaan menjadi Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumatera Utara.

Saat berstatus sebagai mahasiswa, Hendro tak lupa aktif di organisasi ekstra kampus dan menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Depok, 1998 hingga 2000.

Selain itu, dia juga aktif di KAMMI Jakarta (2000-2004) dan Majelis Wilayah KAHMI Sumatera Utara (2021-2026).

Menurut Hendro, pengalaman yang didapatnya dari keterlibatan di berbagai organisasi telah menumbuhkan karakter di dalam dirinya, terbiasa untuk bertanggungjawab.

Dikatakannya, setiap kita adalah pemimpin dan nanti akan dimintai pertanggungjawabannya (Kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun an ra’iyyatihi).

“Saya sejak dulu memiliki jiwa sebagai petarung, yang tak pernah menyerah, sebagaimana pernah dicontohkan Jenderal Besar Soedirman,” ujarnya.

Hendro menekankan, kita boleh lemah secara ekonomi, fisik, dan politik, tetapi harus tetap memiliki semangat untuk bertarung dan berjuang sekuat tenaga meraih cita-cita.

“Kalau kita lemah dalam semangat dan tidak mau bertarung, itu namanya mental pecundang. Seorang anak muda dan mahasiswa sebagai agent of change, harus memiliki mental pemenang,” ujarnya.

Tempaan organisasi itu juga menumbuhkan jiwa sosial di dalam dirinya, yaitu berempati, peduli, dan responsif. Selalu berupaya merespon dengan cepat berbagai permasalahan terjadi di tengah masyarakat.

“Bahkan, kalau bisa sebelum masyarakat datang, kita harus sudah terlebih dahulu mengetahui keluhan atau aspirasi yang hendak disampaikan masyarakat,” kata Hendro.

Mengacu pada pentingnya jiwa sosial itu, maka dalam melakoni kehidupan sehari-hari, Hendro mengedepankan jargon ‘Menjadi Pribadi yang Bermanfaat bagi Sesama’.

Hal ini diilhami dari pesan yang terkandung dalam sebuah hadits, khairunnas anfauhum linnas (sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi manusia lainnya).

“Orang yang selalu memberi manfaat bagi orang lain, tidak terlepas dari Rabb (Tuhannya),” kata Hendro, yang kondang dengan tagline ‘Sahabat Kita Semua’.

Dan, orang yang sukses tidak pernah lepas hubungan dengan Rabb-nya. “Tuhan harus ada di dalam jiwa kita dan harus yakin Tuhan akan selalu memberi kita jalan,” ujarnya.

Keberadaan kita sebagai makhluk ciptaan Allah memiliki kelebihan dan potensi yang harus bisa memberikan dampak positif manfaat bagi manusia lain dan semua makhluk ciptaan Allah.

“Untuk itu, kita harus tetap memiliki semangat ukhuwah dan tindakan ukhuwah yang paling tinggi adalah mampu mendahulukan kepentingan orang lain,” sebut Hendro.

Kendati sudah meraih dua gelar magister di bidang Ilmu Komunikasi Politik dan Magister Manajemen SDM, Hendro tak pernah mengenal kata lelah dalam menuntut ilmu.

“Insya Allah pada 2023 mendatang, saya akan melanjutkan studi S3,” kata suami dr Mira Fauziah MKed (Ped) SpA dan ayah dua anak (Hanni Sabrina Mahmudatun Nisa dan Muhammad Fawwaz Arrayan) ini.

Dalam perjalanan kariernya, Hendro pernah bekerja sebagai Staf Ahli Kemensos RI (2004-2006), Manajer Program Pinbuk untuk Provinsi Maluku (2006-2008), Manajer PT Multi
Arya Komindo, dan Staf Ahli DPR-RI Komisi IV, II dan IX (2008-2019).

“Saya baru 1,5 tahun di Sumatera Utara, dan 20 tahun merantau di Jakarta,” ungkapnya seraya menambahkan saat itu dirinya aktif berkomunikasi dengan lintas organisasi dan lintas komunitas.

Agaknya, berbekal pergaulan lintas sektoral itu pula, Hendro pun terpilih menjadi anggota DPRD Sumatera Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilu Legislatif 2019 lalu, dari daerah pemilihan Kota Binjai-Kabupaten Langkat.

Dengan izin Allah pada 2018, Hendro, satu dari 4.000 staf ahli DPR-RI yang diamanahkan membawa nama baik Indonesia dalam diplomasi parlemen ke parlemen Berlin Jerman, Praha Ceko, dan Istanbul Turki.

Hendro juga pernah diberi kesempatan belajar dua minggu di Oxford University, United Kingdom (UK) Inggris. Tiga minggu kelililing delapan kota di Inggris, antara lain London, Brighton, Manchester, Swindon, dan kota lainnya.

Begitulah sosok Hendro Susanto. Dia memang hanyalah seorang anak desa. Namun, berbekal semangat ingin melakukan perubahan, minimal perubahan di dalam dirinya, dia kemudian bisa melanglang buana.

Mencermati perjalanan kariernya yang penuh onak dan duri, sosok Hendro layak dijadikan inspirasi bagi kaum muda, jika ingin menggapai kesuksesan.

Seperti kata Hendro, anak muda harus punya semangat dan mentalitas pemenang, serta yakin usaha sampai berkat pertolongan Allah azza wa jalla. (UJUNG)

Berita sebelumyaWali Kota Medan Minta RSUD Pirngadi Tidak Hamburkan Uang
Berita berikutnyaKapolres Batu Bara Bersama KSJ Serahkan Bantuan Sembako dan Kursi Roda