Hendro Susanto Berbagi Ilmu dan Bangkitkan Motivasi Mahasiswa STKIP Al-Maksum Stabat

396
Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto saat memberikan motivasi dan berbagi ilmu dengan mahasiswa STKIP Al-Maksum Stabat

garudaonline-Stabat | Kiprah Hendro Susanto yang selalu vokal dalam menyuarakan kepentingan rakyat, membuat pimpinan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Maksum Stabat, merasa perlu mengundang politisi muda yang smart dan energik ini ke kampus mereka.

Gayung bersambut, sebagai politisi yang dikenal dengan tagline ‘Sahabat Kita Semua’, Hendro pun dengan senang hati hadir memenuhi undangan tersebut di Kampus Al-Maksum, Kamis (10/6/2021).

Pada kesempatan itu, dengan penuh semangat Hendro bercerita seputar latar belakang dirinya sebagai anak desa dari Binjai Timur, tapi berkat kegigihan dan tak pernah putus semangat, rela merantau ke Jakarta untuk menggapai cita-cita.

“Kita tidak boleh merasa lelah dalam belajar dan menuntut ilmu,” kata Hendro, memotivasi 150 mahasiswa STKIP Al-Maksum, supaya rajin membaca dan punya tekad menuntut ilmu ke jenjang lebih tinggi hingga S3.

Kepada para mahasiswa STKIP Al-Maksum, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut ini meminta supaya bisa tampil menjadi sosok agent of change dan selalu mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

Pada bahagian lain, Hendro yang didapuk sebagai narasumber dalam seminar bertajuk ‘Mengimplementasikan Nilai-nilai Pancasila dalam Pendidikan’, mengulas secara lengkap dan sistematis makna terkandung di dalam lima sila Pancasila.

Terkait dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, Hendro mencontohkan antara buku dengan Alquran, antara keduanya tidak ada pertentangan.

“Karena itu, antara agama dengan Pancasila tidak boleh dipertentangkan,” tegas Hendro seraya menekankan spirit Pancasila juga harus mengilhami kita dalam mengelola pendidikan.

Sebab, ungkap Hendro, lahirnya Pancasila berasal dari proses musyawarah mufakat, yang dirumuskan dari pemikiran-pemikiran para tokoh agama Islam, Nasrani dan agama lainnya.

Sila kedua Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, memberi makna sebagai sosok al-insaniyah dalam semangat khairunnas anfauhum linnas.

Bahwa, semua entitas makhluk atau insan diberi kebebasan beragama, harus memberi dampak positif (manfaat) bagi orang lain.

Ketika sebuah negara mempertahankan nilai-nilai insaniyah, ada negara lain melakukan infiltrasi/ penjajahan, maka kita harus melakukan penolakan.

“Nilai insaniyah kita bergerak untuk menolak segala bentuk penjajahan,” ujar Wakil Ketua MW KAHMI Sumut ini.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Di dunia pendidikan, sudah digariskan melalui UU Sisdiknas, yaitu menghadirkan insan bertakwa, berkarakter dan memiliki tanggung jawab sosial.

“Persatuan harus kita jaga. Jangan sampai negara kita dirongrong oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang ingin merusak keutuhan NKRI,” pesan Hendro.

Saat ini kita juga diracuni dengan berbagai bentuk hiburan bersifat hedonis dan menganggap orang yang menutup auratnya sebagai ekstrim.

“Kita sedang dihadapkan pada penjajahan/ perang pemikiran (ghazwul fikri) yang berupaya merusak mental generasi muda,” sebutnya.

Di sisi lain, ungkap Hendro, Indonesia hari ini 5,3 juta jiwa terpapar narkoba, dan Sumatera Utara masuk ranking pertama terpapar narkoba di Indonesia.

“Kita harus malu melihat hal ini dan para mahasiswa harus siap menjadi duta-dua antinarkoba, serta di garda depan menyatakan war on drugs untuk narkoba,” harap Hendro.

Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan. Kita cukup bangga demokrasi kita diakui oleh dunia.

Terbukti, pelaksanaan 270 Pilkada serentak pada 2020 berjalan dengan baik. “Kualitas demokrasi di Sumatera Utara juga diakui secara nasional,” sebutnya.

Sila keempat ini bermakna, kita harus bermusyawarah dulu baru memutuskan, selanjutnya hasil musyarawah tersebut, harus ditaati.

“Itulah semangat Pancasila yang harus selalu hadir di dalam diri kita,” kata Hendro.

Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Dalam hal ini, kita tidak perlu mempersoalkan kenapa di sana lebih diperhatikan dan di sini kurang perhatikan.

Jawablah dengan melakukan yang terbaik untuk diri kita, orang tua, masyarakat, lingkungan dan negara kita, insya Allah kita akan bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik.

“If you want to change the world, you must do you something for yourself,” kata Hendro Susanto.

Jangan pernah berkeluh kesah terhadap kondisi kita, tapi tumbuhkan semangat untuk melawan kondisi itu dan yakin Tuhan akan memberikan jalan kepada kita semua.

Sebab, orang yang sukses tidak boleh lepas dari Rabb-nya. “Jadi, rabb (Tuhan) harus selalu hadir di dalam jiwa kita,” kata wakil rakyat dapil Binjai-Langkat ini.

Sebelumnya, Ketua STKIP Al Maksum Stabat, Dr Muhammad Sadri MM menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi kesediaan Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto untuk memberikan motivasi dan berbagi ilmu dengan mahasiswa STKIP Al Maksum.(UJ)

Berita sebelumyaUSU Masuk Deretan Kampus Top Dunia, HBH Sampaikan Apresiasi
Berita berikutnyaPelabuhan Tikus Kerap Dimanfaatkan Masuknya Narkoba ke Sumut