Ibu Ini Histeris Karena Putranya Divonis 12 Tahun

124
Ibu terdakwa, Lenasari Lubis histeris. (Ist) 
Ibu terdakwa, Lenasari Lubis histeris. (Ist) 

garudaonline – Medan | Tak terima putranya, Muhammad Arif Nasution divonis selama 12 tahun penjara, Lenasari Lubis (67) langsung histeris dan jatuh ke lantai di dalam Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (10/6/2021).

“Anak si miskin inilah yang dijebak. Anak ku tidak bersalah,” teriak Lenasari di dalam ruang sidang. Teriakan histeris yang diucapkan Lenasari membuat sejumlah satpam berlarian ke arah ruang sidang dan berusaha menenangkan wanita paruh baya tersebut.

“Hukum mati saja anak ku daripada dia harus menderita di penjara 12 tahun. Anak ku tidak pernah jadi bandar sabu,” cetus Lenasari berurai air mata. Melihat Lenasari meronta, kerabatnya berusaha menenangkan.

“Di umur 7 tahun dia (Arif) kena kanker, ku jual rumahku. Lumpuh dia bertahun-tahun, sekarang diumurnya 25 tahun, dia dihukum tanpa kesalahannya, tidak mau aku,” pungkas Lenasari.

Sementara itu, terdakwa Arif juga meminta agar dia dihukum mati saja daripada divonis 12 tahun penjara. Terdakwa menyebut dirinya dijebak oleh petugas dari Polrestabes Medan. “Saya terima hukuman mati daripada harus dihukum 12 tahun,” ucapnya.

Di luar ruang sidang, Lenasari Lubis mengatakan bahwa mereka adalah keluarga tidak mampu. Bahkan, untuk datang ke PN Medan, dirinya jalan kaki bermodalkan uang Rp 5 ribu. “Aku orang miskin, tidak punya uang. Ya Allah, tolong aku, beri keadilan ya Allah,” ujar Lenasari.

Karena iba melihat Lena, hakim Mery Donna Tiur Pasaribu berusaha menguatkan Lenasari. “Yang kuat ya bu, masih ada jalur hukum yang bisa ditempuh,” cetus Mery.

Dalam persidangan, Hakim Ketua, Ahmad Sumardi menghukum terdakwa Muhammad Arif Nasution selama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara.

Menurut majelis hakim, terdakwa terbukti menyimpan dan menguasai sabu seberat 2 kg. Diketahui, terdakwa Muhammad Arif Nasution ditangkap petugas pada Selasa tanggal 1 September 2020 lalu.

Saat ditangkap, terdakwa tengah mengendarai kereta Honda Spacy hitam BK 6854 ATC di Jalan Prof HM Yamin Kelurahan Sei Kera Hilir Kecamatan Medan Perjuangan. Petugas menuduh terdakwa membawa sabu seberat 2 kg. (RD)

Berita sebelumyaSidang 139 Kg Ganja, Jaksa Tuntut 4 Terdakwa Seumur Hidup
Berita berikutnyaKadis Perhubungan Langkat Pantau Pemindahan Portal Pasar X