Jadi Kurir Sabu 20 Kg, Mahasiswa Ini Dihukum 15 Tahun

105
Majelis hakim saat membacakan putusan

garudaonline – Medan | Mahasiswa asal Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Aditya Warma alias Adit dihukum selama 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara. Pria 23 tahun ini dinyatakan terbukti menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 20 kg.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Aditya Warma alias Adit selama 15 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara,” tandas Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (13/10/2021).

Menurut majelis hakim, adapun hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran narkotika. Sementara hal yang meringankan, terdakwa mengakui kesalahannya, bersikap sopan selama persidangan dan belum pernah dihukum.

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” ujar hakim. Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Frianta Felix Ginting selama 20 tahun penjara. Menyikapi putusan itu, baik terdakwa maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU Frianta Felix Ginting, pada Sabtu tanggal 3 Juli 2021 sekira jam 13.00 WIB, terdakwa Aditya Warma alias Adit disuruh Ilham (DPO) untuk mengantarkan sabu seberat 20 kg dengan upah Rp 100 juta.

Setelah menyetujui pekerjaan itu, terdakwa pulang sambil menunggu telepon. “Sekitar jam 15.00 WIB, terdakwa dihubungi seseorang dan mengatakan untuk bertemu di parkiran Brastagi Supermarket Jalan Gatot Subroto,” ujar JPU.

Lalu, terdakwa pergi ke Brastagi Supermarket dengan mengendarai mobil. Saat bertemu, terdakwa menerima dua tas ransel berisi sabu seberat 20 kg dan menaruhnya di lantai jok tengah belakang supir. Kemudian, terdakwa pergi menuju ke gerbang tol Helvetia.

“Sekitar jam 17.00 WIB, saat berada di pinggir Jalan Gatot Subroto, mobil yang dibawa terdakwa diberhentikan petugas kepolisian,” urai Frianta Felix.

Ketika dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua tas ransel berisi 20 bungkus plastik dalam kemasan teh cina warna kuning bertuliskan Guanyinwang. (RD)

Berita sebelumyaBBM di SPBU Sumut Kosong, Pertamina Bungkam
Berita berikutnyaDidakwa Gelapkan Uang Teman, Fernando Sianturi Diadili