Jadi Kurir Sabu Karena Tergiur Upah Rp 15 Juta, Pria asal Lhokseumawe Dihukum 16,5 Tahun

202
Saat pembacaan putusan bersidangan berlangsung

garudaonline – Medan | Karena tergiur upah Rp 15 juta, Danil (35) nekat mengantarkan (jadi kurir) narkotika jenis sabu seberat 4.000 gram (4 kg).

Alhasil, warga Jalan Kenari, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe ini divonis selama 16 tahun 6 bulan (16,5 tahun) penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 5 bulan penjara.

“Menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Danil selama 16 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 5 bulan penjara,” tandas Hakim Ketua, Saidin Bagariang dalam sidang online di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (9/8/2021).

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Putusan ini sedikit lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Anita selama 17 tahun. Menyikapi putusan ini, JPU dan terdakwa sepakat menyatakan terima.

Dalam dakwaan JPU Anita, pada Senin tanggal 7 Desember 2020 sekira jam 13.00 WIB, terdakwa Danil disuruh oleh Heri (DPO) untuk menjemput sabu. Keesokan harinya, terdakwa disuruh Heri agar menunggu di depan Swalayan 88 kawasan Sunggal. Tak lama kemudian, Heri menyerahkan bungkusan berisi sabu kepada terdakwa.

“Usai menerimanya, terdakwa pulang ke rumah dan menyimpan sabu tersebut di dalam kamar kosong. Keesokan harinya, terdakwa dihubungi oleh Heri dan memintanya agar mengeluarkan tiga bungkus untuk diantar ke calon pembeli,” ujar JPU.

Sabu itu akan diantar ke Jalan Sei Serayu dengan ongkos Rp 15 juta. Namun, terdakwa merasa kurang dengan ongkos dan meminta agar Heri memberikan tambahan jika sabu berhasil diantar ke calon pembeli. Namun, Heri menghubungi calon pembeli (petugas Ditres Narkoba Polda Sumut yang sedang menyamar).

Saat bertemu, petugas menyuruh terdakwa untuk masuk ke dalam mobil. Di situ, terdakwa langsung menyerahkan sabu tersebut kepada petugas.

“Tanpa basa basi, petugas menangkap terdakwa. Dari tangan terdakwa, diamankan tiga kotak kado berisi sabu seberat 3.000 gram,” ucap Anita.

Setelah diinterogasi lebih lanjut, terdakwa mengaku masih ada menyimpan sisa sabu seberat 1.000 gram di rumahnya, Jalan Rajawali Perumahan Rajawali Elit, Kelurahan Sei Sikambing B, Kecamatan Medan Sunggal.

Menurut terdakwa, sabu itu niatnya akan dijual seharga Rp 1.140.000.000. Terdakwa akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 15 juta apabila berhasil menjualkan sabu itu. Sedangkan sisanya untuk Heri.

(RD)

Berita sebelumyaBupati Jawab Pandangan Umum Delapan Fraksi DPRD Langkat
Berita berikutnyaFPKS DPRDSU Minta Pemprovsu Segera Tuntaskan Keterlambatan Pembayaran Honor Guru Tidak Tetap