Jaksa Sudah Banding, Korban UU ITE Harap Terdakwa Divonis Penjara

117
Terdakwa, Marianty Yen saat menjalani sidang beberapa waktu lalu. (Ist) 
Terdakwa, Marianty Yen saat menjalani sidang beberapa waktu lalu. (Ist) 

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova mengajukan banding atas perkara pencemaran nama baik terhadap Pinktjoe Josielynn (korban) melalui media sosial dengan terdakwa Marianty Yen (42) ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan.

Bagaimana tidak, pengajuan banding itu dilakukan karena putusan Hakim Ketua, Denny Lumban Tobing yang ‘cuma’ menghukum terdakwa Marianty dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan masa percobaan 1 tahun.

Artinya, terdakwa yang merupakan warga Jalan Timor Kelurahan Gaharu Kecamatan Medan Timur tersebut tidak perlu dipenjara jika tidak berbuat tindak pidana selama 1 tahun.

Padahal, JPU menuntut Marianty selama 8 bulan penjara. Pengajuan banding tersebut diajukan karena putusan majelis hakim dinilai tidak membuat efek jera terhadap terdakwa.

Selain itu, putusan tersebut dinilai tidak memberikan keadilan bagi korban yang telah dirugikan baik secara moral dan moril maupun harkat, martabat serta harga dirinya. Untuk itu, korban meminta supaya PT Medan dapat menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap Marianty.

“Saya sangat kecewa dengan putusan PN Medan yang hanya menjatuhkan hukuman percobaan. Makanya saya meminta keadilan kepada PT Medan agar Marianty Yen dihukum pidana penjara,” katanya, Senin (5/7/2021).

Dilanjutkan korban, akibat postingan pencemaran nama baik yang dilakukan Marianty, dirinya mengalami kerugian moral. Selain itu, wanita berparas cantik ini juga mengaku dirugikan secara materiil karena beberapa pekerjaan tertunda.

“Saya mohon kepada PT Medan yang mengadili Marianty dengan seadil-adilnya. Karena apa yang telah Marianty lakukan kepada saya, sudah sangat merendahkan harkat dan martabat saya. Marianty harus dipenjara agar dapat memberikan efek jera,” harapnya.

Dalam dakwaan JPU Dwi Meily Nova, pada Selasa tanggal 10 Maret 2020 lalu, terdakwa Marianty Yen mengirimkan foto dengan kalimat yang bermuatan penghinaan terhadap Pinktjoe Josielynn melalui Insta Story Instagram dan Cerita Facebook.

“Terdakwa memposting foto korban sedang melakukan gym atau fitnes yang ditambahi kalimat pada foto tersebut dengan tulisan: ‘Ini janda yg uda membangunkan harimau yg lagi tidur lelap, dia jual lakik mana yg ga beli’,” ujar JPU.

Selain itu, terdakwa juga menuliskan identitas Aphing yang disebut berstatus janda dan dituliskan hamil sewaktu masih SMA, Shio Ayam, Asal Tebing, Gym tribefit sun plaza. Dituliskan pula kalimat: ‘Uda terkenal suka seduce lakik org (memang incarannya)’.

Selanjutnya, pada cerita Facebook, terdakwa juga memposting foto korban dengan kalimat: ‘Ini janda yg uda membangunkan harimau yg lagi tidur lelap, dia jual lakik mana yg ga beli’. (RD)

Berita sebelumyaForhati Sumut Adakan Pelatihan Pembuatan Tempe Higienis
Berita berikutnyaLagi, Polres Asahan Gelar Vaksinasi Massal di Delapan Puskesmas