Jaksa Tuntut Dua Pemasok Ekstasi 20 Tahun Penjara

122
Persidangan berlangsung di PN Medan. (Ist) 
Persidangan berlangsung di PN Medan. (Ist) 

garudaonline – Medan | Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septian Napitupulu menuntut dua terdakwa bernama Marson Ronaldo Pasaribu dan Bambang Darmadi Putra masing-masing selama 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Keduanya dianggap terbukti menjadi pemasok narkotika jenis ekstasi ke Bosque KTV. “Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana kepada kedua terdakwa masing-masing selama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujar JPU dalam sidang virtual di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/1/2022).

Menurut JPU, perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Abdul Hadi Nasution menunda sidang pekan depan dengan agenda nota pembelaan (pledoi).

Dalam dakwaan JPU Septian Napitupulu, perkara tersebut berawal saat adanya razia gabungan dari petugas Polrestabes Medan dan Pemko Medan atas adanya laporan masyarakat terkait dengan tempat hiburan malam Bosque KTV yang beroperasi selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Lalu, petugas gabungan mendatangi Bosque KTV. “Ketika dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan di Bosque KTV, ditemukan satu buah tas warna hitam berisi 18 butir pil ekstasi warna biru merk roles dan 7 butir pil ekstasi warna kuning merk monclear,” ujar JPU.

Kemudian, juga ditemukan dua buah buku catatan penjualan pil ekstasi di dalam gudang minuman. Saat dilakukan interogasi kepada beberapa karyawan, diketahui bahwa kedua terdakwa yakni Marson Ronaldo Pasaribu dan Bambang Darmadi Putra keluar masuk ke gudang minuman tempat ekstasi ditemukan.

Selanjutnya, petugas mencari dan mengamankan kedua terdakwa di lobi KTV. Kepada petugas, kedua terdakwa mengakui kepemilikan dan memperjualbelikan ekstasi tersebut di Bosque KTV. Kedua terdakwa juga mengakui menyimpan uang hasil penjualan ekstasi tersebut.

“Atas tunjukan kedua terdakwa, petugas menemukan uang tunai sebesar Rp 17.500.000, di dalam ruangan kecil yang bersebelahan dengan gudang minuman. Lalu, kedua terdakwa dibawa ke Polrestabes Medan untuk proses hukum lebih lanjut,” cetus Septian.

Saat pemeriksaan di Polrestabes Medan, ternyata diketahui masih ada barang bukti ekstasi yang masih disimpan Ronaldo di Bosque KTV. Selanjutnya, petugas membawa Ronaldo ke lokasi. Ronaldo menunjukkan tempat pil ekstasi disembunyikan yakni di bawah tumpukan sampah ruangan yang sedang direnovasi.

“Di situ, ditemukan 260 butir pil ekstasi yang terdiri dari 60 butir pil ekstasi warna biru merk roles dan 200 butir pil ekstasi warna kuning merk monclear serta uang tunai sebesar Rp 4 juta,” pungkas JPU dari Kejari Medan itu. (RD)

Berita sebelumyaKasus Peredaran Sabu 7 Kg, Lima Terdakwa Diadili
Berita berikutnyaKetua DPRDSU : Poldasu Harus Usut Dugaan Perbudakan Berkedok Rehabilitasi Narkoba