Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok di Medan Terus Melonjak

202
Wali Kota Medan Bobby Nasution bersama KPPU dan Kapolrestabes Medan serta Dandim 0201/BS usai memantau harga bahan pokok di pasar tradisional

garudaonline – Medan | Harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan terus mengalami lonjakan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

Komoditi cabai rawit saat ini dijual 63.000/kg. Kenaikan mulai terjadi pada November. Saat itu harga cabai rawit berkisar 33.000 per kg dan berangsur naik hingga Rp46.000 per kg.

Kemudian daging ayam saat ini dijual Rp33.000 – Rp34.000 per kg. Kenaikan mulai terjadi pada awal Desember hingga saat ini. Selanjutnya bawang merah dijual 28.000 per kg dari sebelumnya Rp24.000 per kg. Lalu bawang putih dijual dari harga Rp27.000 menjadi Rp. 28.000.

Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengatakan saat ini Pemko Medan sedang mempersiapkan rencana menghadapi lonjakan harga pangan jelang pergantian tahun di antaranya penanganan masalah pasokan dan arus distribusi.

“Selain itu, Pemko Medan akan melakukan pasar murah di 53 titik yang tersebar di 21 kecamatan di Kota Medan. Umumnya, titik-titik lokasi pelaksanaan pasar murah diutamakan di kawasan yang mayoritas penduduknya kurang mampu,” katanya Kamis (23/12).

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas menyampaikan kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan siklus tahunan yang dipengaruhi supply and demand di pasar.

“Untuk produk hortikultura seperti cabai atau bawang, terjadi penurunan pasokan karena pengaruh cuaca, harapannya Medan segera memiliki CAS sehingga dapat mengatur pasokan komoditi hortikultura,” jelasnya.

Terkait dengan kenaikan harga daging ayam, Ridho menyatakan berdasarkan kajian KPPU pusat, ditemukan bahwa harga day-old-chick (DOC) dan layer (ayam petelur) selama satu bulan terakhir selalu berada di atas harga acuan (Rp5.000–Rp 6.000/ekor) dan bahkan cenderung meningkat.

“Begitu pula dengan harga pakan yang fluktuatif dan harga jagung yang berada di atas harga acuan (Rp4.500/kg) dan meningkat. Untuk itu KPPU Kanwil I akan terus mengawasi perilaku pelaku usaha integrator,” paparnya.

Saat ini pasokan dalam keadaan aman, KPPU mengimbau masyarakat tidak perlu menimbun bahan pokok. Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga, KPPU akan terus melakukan pemantauan stok dan harga.

“KPPU juga terus mengawasi para distributor bahan pokok, jangan sampai ditemukan adanya distributor yang menimbun barang atau menahan pasokan,” tegas Ridho Pamungkas.

(Nor)

Berita sebelumyaBelum Capai Target 70 Persen, Kepala Daerah di Maluku Utara Diminta Genjot Vaksinasi
Berita berikutnyaWaspadai Varian Omicron, Masyarakat Diminta Batasi Aktivitas Selama Periode Nataru