Jelang Ramadan, Kapolda Jatim Gelar Silaturahmi dengan AUMA dan AUTADA

165

garudaonline – Surabaya | Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1442 H, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menggelar silaturahmi dengan Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA).

Silaturahmi dalam rangka menyambung tali persaudaraan ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang ketat di gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani 116 Kota Surabaya, Selasa (30/3/2021).

Dalam sambutannya, Ketua AUMA KH Kharrar Shinhaji mengatakan, para ulama yang tergabung dalam AUMA dan AUTADA mengutuk keras tindakan terorisme di Makassar dan meminta Polri untuk segera menangkap komplotannya.

“Mengutuk keras tindakan terorisme di Makassar, dan meminta Polri untuk mengusut tuntas bukan hanya pelakunya saja, tetapi juga komplotan terorisme lainnya,” ucapnya di atas podium.

Lebih lanjut, KH Kharrar menambahkan, ulama dan pendukungnya adalah mitra pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada pejabat atau pemerintah agar segala permasalahan bangsa dapat diselesaikan dengan diskusi atau dialog, agar bangsa ini damai dan tentram.

Sementara itu Wakil Ketua I AUTADA KH Maksum Tirmidzi berpesan agar pada saat bulan Ramadan nanti tidak ada pembatasan atau melarang umat Islam untuk beribadah di Masjid.

“Agar selama bulan Ramadan tidak membatasi atau melarang umat Islam untuk beribadah di Masjid dan surau-surau, namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan,” pesannya.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menyadari betul bahwa permasalahan yang terjadi di Indonesia, berpengaruh pada Jawa Timur, perubahan perubahan yang terjadi di dunia, berpengaruh di Indonesia.

“Tugas Polri sudah jelas, yang pertama memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat. Yang kedua, melindungi mengayomi dan melayani masyarakat. Yang ke tiga, melakukan penegakan hukum,” Jelasnya.

Kapolda juga menambahkan, dirinya harus melakukan komunikasi dengan para ulama yang ada di seluruh Jawa Timur, agar dapat mengemban tugas pokok Polri dengan baik.

“Sehingga keselamatan masyarakat itu menjadi bagian lebih penting, keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi,” Pungkas Jendral Bintang Dua asli Suroboyo ini.

(rel/wan)

Berita sebelumyaNovalia Rudiyani Dituntut 2 Tahun Atas Kasus Penipuan Rp30 Juta
Berita berikutnyaKurir Sabu 50 Kg dan Ekstasi 25 Ribu Butir Terancam Hukuman Mati