Kader PDI Perjuangan Aniaya Remaja, PKPA : Kasus Harus Sampai Persidangan

144
Tersangka HAS saat dihadirkan di Polrestabes Medan. (garuda/ist)
Tersangka HAS saat dihadirkan di Polrestabes Medan. (garuda/ist)

garudaonline – Medan l Kasus penganiayaan remaja di bawah umur, FAL (17) yang dilakukan tersangka, HS (45) kini ditangani Polda Sumut. Tersangka yang juga Wakil Ketua Satgas Cakra Buana PDIP Sumut ini hanya dikenakan sanksi wajib lapor.

Meski hanya dikenakan sanksi wajib lapor, namun kasus yang menyita perhatian publik ini harus tetap berjalan. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA), Keumala Dewi pada wartawan Selasa (28/12/2021).

“Kita berharap, kasusnya tetap jalan sampai ke persidangan,” ujarnya.

Dia juga minta agar kasus ini tidak boleh berhenti begitu saja. Walaupun saat ini sudah menetapkan HS sebagai tersangka dengan sanksi wajib lapor.

“Walaupun tersangka kena wajib lapor, kasusnya tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Sementara, pasca penanganan kasus penganiayaan ini, akun Instagram Humas Polda Sumut ramai dikomentari dari para warganet. Bahkan, tanda pagar (tagar) #percuma lapor polisi juga menghiasi kolom komentar IG Humas Polda Sumatera Utara.

Seperti yang ditulis oleh pemilik akun, @jeff_sitorus dan @ilhammohamediin. Hal serupa juga diunggah pemilik akun @medaniwei yang menuliskan #percumalaporpolisi kalau cuma ambil alih tanpa ditahan.

Pemilik akun lainnya @iswansumar menulis komentar, jangan sampai ada lagi tagar #percumalaporpolisi, kami percayakan kasus ini kepada bapak @poldasumaterautara, mohon atensinya pak, berikan hukum yang setimpal buat tersangka dan berkeadilan buat korban, terimakasih banyak pak HORASS.

Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Medan menangkap tersangka penganiayaan HS (45) yang dengan arogan memukul dan menendang FAL (17) seorang remaja di parkiran minimarket Jalan Pintu Air IV Medan. Tersangka yang merupakan Wakil Ketua Satgas Cakrabuana PDI Perjuangan Sumut diamankan petugas di salah satu kafe di bilangan Medan Johor.

“Dari hasil penyelidikan tim Satreskrim, kita bisa dapatkan identitas tersangka kemudian kita berhasil mengamankan tersangka kemarin, yang kebetulan sedang berkumpul dengan kawan kawannya di sebuah kafe di daerah Johor,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko belum lama ini saat jumpa pers di Mapolrestabes Medan.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, tersangka mengaku menganiaya korban karena merasa tersinggung dengan kata-kata korban saat meminta mobilnya digeser. “Keterangan awal yang disampaikan tersangka motifnya karena sakit hati kata kata korban terhadapnya,” ungkapnya.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 80 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman sekitar 3 tahun kurungan penjara.

“Kemudian tersangka kita jerat dengan Pasal 80 ayat 1 Jo 76 C UU RI dengan hukuman paling singkat 3,5 tahun dan denda paling banyak 72 juta,” sebut Riko. (DOD)

Berita sebelumyaWarga Medan Positif Omicron Dirawat di Jakarta, Dinkes Tracing Kontak Erat
Berita berikutnyaJelang Tahun Baru, Dua Desa di Namorambe Deliserdang Kini Dialiri Listrik