Kapolres Langkat Bantah Perkelahian Berujung Kematian di PKS Paya Mabar

349

garudaonline – Stabat | Terkait dengan berita berjudul Diduga Gegara Nomor Antrian, Berujung Maut, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, S.I.K
mengelar temu pers dengan para wartawan Pokja Polres Langkat, Minggu (6/2/2022).

Dalam berita itu disebutkan bahwa telah terjadi keributan di salah satu Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (30/1/2022) yang lalu hingga menyebabkan satu orang tewas.

Disebutkan juga bahwa patut diduga peristiwa itu tidak terendus pihak kepolisian. Selain itu, pemilik pabrik dan karyawan pun diduga menutup-nutupi kasus itu.

Nah, Kapolres Langkat AKBP Danu Pamungkas Totok, S.I.K dengan tegas membantah berita tersebut.

Dalam temu pers tersebut Kapolres Langkat didampingi Kasi Humas AKP Joko Sumpeno dan 2 orang perwakilan dari pihak perusahaan, Yudi dan Ikmal serta 2 orang saksi, Wulan dan Syahrial Ginting.

“Itu kita tidak tahu kejadiannya di mana, karena setelah tim Unit Pidum Polres Langkat melakukan penyelidikan ke lapangan, tidak ada kejadian itu di PKS yang disebutkan tadi,” tegas Danu.

Bahkan, tidak ada kejadian itu di wilayah hukum Polres Langkat. Lebih lanjut Kapolres menegaskan, ada saksi yang mendapatkan kiriman video dari temannya, Dedek Sipayung.

“Yah, katanya peristiwa itu tidak terjadi di Langkat,” ujar Kapolres.

Jadi, berita itu tidak benar. Bagaimana bisa terbit berita seperti itu ya, Kapolres juga bingung.

Menanggapi hal tersebut, wartawan senior, H Imam Fauzi Hasibuan, S.H pun menyarankan kepada Kapolres Langkat agar tetap tenang.

Lebih lanjut dia juga menyarankan Kapolres agar memanggil yang menulis berita tersebut untuk konfirmasi.

“Walaupun begitu, yang penting, Kapolres tenang-tenang sajalah, karena berita itu memang tidak benar,” ujarnya.

(BD)

Berita sebelumyaTikus Menyerang, Ratusan Hektar Padi di Batu Bara Terancam Gagal Panen
Berita berikutnyaKasus Covid-19 Kembali Meningkat, Polda Sumut Himbau Masyarakat Perketat Prokes