Kasus Korupsi Pembangunan Gedung Kuliah UINSU, Kejari Medan Terima 3 Tersangka

133
Ketiga tersangka saat dilimpahkan dalam tahap 2. (Ist) 
Ketiga tersangka saat dilimpahkan dalam tahap 2. (Ist) 

garudaonline – Medan | Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menerima penyerahan pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap 2) dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tahun Anggaran (TA) 2018 dari penyidik Polda Sumut, Senin (28/6/2021)

Kepala Kejari (Kajari) Medan, Teuku Rahmatsyah melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Bondan Subrata didampingi Kasi Pidsus, Agus Kelana Putra menjelaskan, penyerahan dilakukan terhadap ketiga tersangka yakni Saidurrahman selaku mantan Rektor, Syahruddin Siregar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Joni Siswoyo selaku Direktur PT Multi Karya Bisnis Perkasa.

“Ketiga tersangka disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Berkas milik ketiga tersangka telah dinyatakan lengkap (P21) pada tanggal 14 Juni 2021 lalu,” jelas Bondan.

Menurut Bondan, pembangunan gedung kuliah terpadu kampus II UINSU TA 2018 dengan nilai kontrak Rp 44.973.352.461,- yang dikerjakan oleh PT Multi Karya Bisnis Perkasa. Pembangunan gedung itu kemudian mangkrak dan berpotensi merugikan keuangan negara sesuai hasil audit yaitu Rp 10.350.091.337.

“Selanjutnya, Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera menyiapkan dakwaan untuk dilimpahkan dan disidangkan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan,” ujar Bondan.

Selain ketiga tersangka, sejumlah barang bukti juga yang turut diterima. Diantaranya, sejumlah dokumen yang berkaitan dengan penangananan kasus tersebut. “Untuk kepentingan dalan menyiapkan dakwaan, ketiga tersangka ditahan oleh JPU dan dititipkan di Rutan Polda Sumut,” pungkas Bondan.

Penetapan ketiga tersangka dilakukan penyidik pada Selasa tanggal 1 September 2020, berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumut Nomor: R-64/PW02/5.1/2020, tanggal 14 Agustus 2020 sebesar Rp 10.350.091.337.

Kasus ini berawal pada Juli 2017. Saat itu, Saidurrahman disebut memerintahkan Kabag Perencanaan dan Keuangan untuk membuat proposal pengajuan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu di UINSU kepada Kementerian Agama.

Surat pengajuan Saidurrahman itu bernomor: B.305/Un.11.R2/B.II.b/KS.02/07/2017, tanggal 4 Juli 2017, dengan jumlah anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 49.999.514.721. Anggaran itu kemudian disetujui oleh Kementerian Agama sebesar Rp 50.000.000.000.

Setelah disetujui, anggaran untuk pembangunan gedung telah diberikan secara keseluruhan. Meski sudah diberikan anggaran tersebut, hingga kini pembangunan gedung itu tidak selesai.

Sampai sekarang kondisi bangunan gedung kuliah terpadu UINSU yang dikerjakan oleh PT MBP tidak selesai dan tidak dapat digunakan sebagaimana fungsinya. Namun, negara telah membayarkan 100% dalam pembangunan gedung tersebut. (RD)

Berita sebelumyaDua Mobil Tertimpa Pohon di Depan RSUP H Adam Malik 2 Korban Meninggal Dunia
Berita berikutnyaRonaldo Memudar, Messi Berkibar