Kasus Pengendalian Sabu 52 Kg, Kalapas Apresiasi Jaksa yang Tuntut Napi dengan Pidana Mati

196
Kalapas Klas IA Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno

garudaonline – Medan | Kepala Lapas (Kalapas) Klas IA Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyatno mengapresiasi tuntutan pidana mati yang diberikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan terhadap seorang narapidana (napi) bernama Khalif Raja (33).

Napi yang mendekam di Blok A23 Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, tersebut dinilai terbukti mengendalikan narkotika jenis sabu seberat 52.613 gram (52,613 kg) dari balik jeruji besi.

“Terkait tuntutan pidana mati yang diberikan JPU dari Kejari Medan kepada narapidana Khalif Raja, kita sangat setuju sekali atas hukuman yang diberikan kepada warga binaan yang masih melakukan tindak pidana narkoba,” pungkas Erwedi Supriyatno saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (25/8/2021).

Menurut Erwedi, perkara tersebut terjadi pada tahun 2020. Saat itu, Erwedi baru serah terima dengan pejabat lama dan sudah komunikasi sama Mabes Polri. “Kita kerja sama, selanjutnya Mabes Polri datang ke Lapas dan kita serahkan warga binaan untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Erwedi mengatakan, hal tersebut bentuk kerja sama pihaknya dengan Mabes Polri dalam mengungkap perkara tersebut. Hingga proses perkara sudah sampai ke tingkat penuntutan di persidangan.

“Jadi, kami sangat setuju sekali dengan tuntutan pidana mati untuk yang bersangkutan dan kami sangat mengapresiasi atas hukuman tersebut apabila yang bersangkutan terbukti melakukan peredaran narkotika,” katanya.

Disinggung untuk pengamanan ke depannya, Erwedi mengungkapkan bahwa para napi di Lapas akan mendapatkan pengawalan lebih ekstra dari petugas sipir. “Untuk narapidana yang dihukum mati, apabila putusan sudah inkrah, kita akan secepatnya memindahkan yang bersangkutan ke Lapas Nusakambangan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Khalif Raja warga Jalan Menteng Indah Medan Area dituntut dengan pidana mati karena dinilai terbukti mengendalikan narkotika jenis sabu seberat 52.613 gram dari balik jeruji besi.

Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfia dalam sidang online di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (24/8/2021).

Perbuatan terdakwa dinilai JPU terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

(RD)

Berita sebelumyaTNI AL Tangkap MT Strovolos Buronan Pemerintah Kamboja
Berita berikutnyaTak Berharap Imbalan, Dua Guru Ngaji Desa Karang Rejo Patut Dipuji