Kasus Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg, Dua Terdakwa Diadili

240

garudaonline – Medan | Muhammad Reza (25) selaku kuli bangunan dan Muhammad Taufik Ramadhan (21) selaku mahasiswa diadili dalam sidang virtual di Ruang Cakra IX Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (1/3/2021). Keduanya didakwa telah melakukan perantara jual beli narkotika jenis sabu seberat 1 kg.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina, pada tanggal 5 November 2020 sekira jam 09.00 WIB, terdakwa Muhammad Reza yang sedang berada di rumah dihubungi oleh Iwan (DP0). Lalu, Iwan menyuruh Reza agar berangkat ke Medan untuk mengambil sabu. Reza menyetujuinya dan tak lama tiba di Medan.

“Tak lama, Iwan kembali menghubungi Reza dan memberikan nomor hape orang yang mengantar sabu bernama Teguh (DPO). Iwan berpesan kepada Reza, jika sudah menerima sabu, agar kembali ke Aceh,” ujar JPU.

Lalu, Reza menghubungi Teguh dan mereka berencana untuk bertemu. Awalnya, Teguh menyuruh Reza agar menuju ke Jalan Padang Bulan. Sesampainya di lokasi, ternyata Teguh menyuruh Reza agar memutar arah ke Jalan Flamboyan. Beberapa menit kemudian, Teguh datang bersama terdakwa  Muhammad Taufik Ramadhan dan menyerahkan sabu tersebut.

“Setelah menerima sabu, Reza langsung memasukkan bungkusan berisi sabu tersebut ke dalam jok kereta dan pergi menuju Aceh Tamiang. Sedangkan Teguh bersama Taufik juga pergi,” ucap Sabrina dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Denny Lumban Tobing.

Sekira jam 23.30 WIB, saat melintas di Jalan Lintas Sumatera-Banda Aceh Kecamatan Besitang Kabupaten Langkat, kereta yang dikendarai Reza diberhentikan oleh petugas Ditres Narkoba Polda Sumut.

Ketika digeledah, petugas menemukan satu bungkus plastik teh warna hijau bertuliskan Cina merk Guanyinwang berisi sabu seberat 1.000 gram (1 kilogram). Kepada petugas, Reza mengakui menerima sabu tersebut dari Teguh dan Taufik di Jalan Flamboyan Pajak Melati Medan.

Petugas pun melakukan pengembangan. “Tepat di Jalan Tembakau 3 Kelurahan Mangga Kecamatan Medan Tuntungan, petugas berhasil menangkap Taufik yang sedang berada di dalam rumah. Sedangkan Teguh tidak berhasil ditangkap

Perbuatan kedua terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkas JPU dari Kejatisu tersebut.

(rd)

Berita sebelumyaKorupsi Pembangunan TPA Rp413 Juta, Kades Pasar Batahan Divonis 4 Tahun
Berita berikutnyaKetua PSI Sumut Nezar Djoeli : Sosialisasi Perda Pemborosan