Kepala Desa di Asahan Keluhkan Tingginya Iuran Anggota APDESI

235
Foto : ilustrasi

garudaonline-Kisaran | Sejumlah kepala desa di Kabupaten Asahan mengeluhkan tingginya iuran keanggotaan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Asahan.

Bahkan, para kepala desa yang notabene merupakan anggota APDESI mengaku resah dengan adanya iuran diberlakukan Ketua APDESI, Manten Aperi Simbolon, yang juga menjabat Kepala Desa Buntu Pane Kecamatan Buntu Pane Asahan.

“Gimana kami gak resah, setiap akhir tahun wajib setor Rp4 juta, dari mana kami menutupinya. Kan gak mungkin dari gaji kami. Ya, Ujung-ujungnya olah sana olah sini,” ungkap salah serorang kepala desa yang enggan disebut identitasnya.

Dia juga membeberkan, iuran tersebut diberlakukan dengan alasan untuk pengamanan, jika terjadi sesuatu hal terhadap dana desa yang dikelola.

Tidak mau setor uang iuran, kita akan dikeluarkan dari APDESI. Kalau keluar dari keorganisasian kita gak aman, karena pengelola dana desa.

“Ironisnya lagi dana tersebut disetorkan untuk pengamanan APH. Tetapi APH yang mana kita pun gak tahu,” sebut sang kades.

Jujur saja secara hati nurani kami tidak terima dan menolaknya. “Selain tidak bisa berbuat apa-apa, uang Rp4 juta kami bingung meng-SPj-kannya,” keluhnya.

Menanggapi hal itu, Ketua APDESI Kabupaten Asahan, Manten Aperi Simbolon saat dimintai konfirmasi wartawan, membantah keras informasi tersebut.

“Saya membantah itu karena tidak ada iuran yang kita berlakukan terhadap para kepala desa. Jika pun ada, hal yang wajar untuk organisasi,” sebut Manten kepada wartawan, Senin (15/11/2021).

Selanjutnya dia menjelaskan, jumlah keanggotaan APDESI di Kabupaten Asahan, sebanyak 70 orang. “Ada 70 orang, dan itu semuanya kepala desa,” tutupnya. (Hans)

Berita sebelumyaDua Siswa di Taput Turun Kelas Akibat Orangtua Tak Pilih Suami Kepsek Jadi Kades
Berita berikutnyaPembukaan BMM Tuai Kecaman, Pemko Binjai Akan Beri Teguran Keras