Ketua Forsu Dihukum 1 Tahun karena Cemarkan Nama Baik

104
Terdakwa Ahmad Faisal Nasution saat menjalani sidang virtual

garudaonline – Medan | Hakim Ketua, Abdul Azis menghukum Ketua Forum Rakyat Sumatera Utara (Forsu), Ahmad Faisal Nasution selama 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan.

Pria 43 tahun ini dinyatakan terbukti melakukan pencemaran nama baik Ali Azrizal melalui Facebook.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Ahmad Faisal Nasution selama 1 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 2 bulan kurungan,” tandas hakim Abdul Azis dalam sidang virtual di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/6/2021).

Majelis hakim berpendapat, hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa telah mencemarkan saksi korban. Terdakwa sudah pernah dihukum dan tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga.

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” tandas hakim.

Menanggapi putusan itu, terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmi Shafrina sepakat menyatakan pikir-pikir. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan JPU selama 2 tahun penjara dan denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sebelumnya, terdakwa yang merupakan warga Jalan Bajak III Nomor 8-A Lingkungan VI Kecamatan Medan Amplas itu pernah dijatuhi hukuman selama 1 tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik pejabat PDAM Tritanadi Medan.

Dalam dakwaan JPU Nelson Victor, pada tanggal 12 Agustus 2020 sekira jam 06.24 WIB, terdakwa Ahmad Faisal Nasution membuat postingan pada akun Facebook miliknya atas nama Bob Faisal Forsu dengan menggunakan hape Iphone 6S.

Postingan tersebut berupa caption yang berbunyi: “Teringat akan nasi bungkus di meja ruangan pidsus pemborong inisial AR jelas lebih mahal daripada nasi bungkus milik cebong dan kampret, serta bedanya pun sangat bertolak belakang. Klw nasi bungkus cebong kampret jual beli ayat dan dukungan, klw nasi bungkus ruangan pidsus pemborong tentu jual nama tjg Tamora dan asrama haji konon juga Rasuna Said. Aksara 90M jalan busi apa kabar pemborong makelar proyek oknum-oknum institusi”.

“Dengan tagar #UsutHartaKekayaanOdied #UsutHarta Kekayaan Aspidsus #Tangkap PemborongMakelarProyek,” ujar JPU. Dalam postingan tersebut, terdakwa menampilkan satu buah foto seseorang berbadan gemuk dan tanpa kepala yang sedang memegang nasi bungkus. Foto tersebut adalah foto Ali Azrizal (saksi korban) yang diambil terdakwa dari akun Facebook atas nama Ashari Sinik.

“Terdakwa sengaja melakukan pengeditan dengan cara memotong (meng-crop) foto tersebut sehingga tidak hanya nampak bagian tubuh dan tanpa kepala agar orang yang membaca atau melihat postingan tersebut tidak mengenali siapa sebenarnya orang yang ada di dalam foto tersebut,” cetus Nelson.

Menurut JPU, postingan tersebut memberikan arti bahwa Ali Azrizal adalah sebagai makelar proyek, pengusaha hitam dan merupakan piaraan (peliharaan) dari aparat penegak hukum. Akibat postingan terdakwa, menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan penilaian negatif pada Ali Azrizal karena nama baiknya menjadi tercemar dan menimbulkan kebencian orang lain.

“Perbuatan terdakwa tanpa seizin dari Ali Azrizal yang mengakibatkan sebagai orang yang berada pada foto asli yang dilakukan postingan oleh terdakwa tersebut merasa keberatan dan merasa nama baiknya telah dicemarkan,” beber Nelson.

(RD)

Berita sebelumyaEks Kadisparbud Kabupaten Toba Samosir Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara
Berita berikutnyaDidampingi Panglima TNI, Kapolri Beri Tiket Sekolah Bhabinkamtibmas Usai Sidak PPKM Mikro di Kudus