KKN-PPM Mahasiswa Universitas Malikulsaleh Budidayakan Cabai Merah

184
Mahasiswa Unumal yang KKN-PPM di Desa kawasan Naleng Mameh membudidayakan cabai merah bersama masyarakat. (garudaonline/ Suherman Amin)

garudaonline-Lhokseumawe | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikulsaleh (Unimal) Lhokseumawe, membudidayakan cabai merah bersama masyarakat di desa tempat pengabdiannya.

Informasi diperoleh dari remaja berkompetensi di Lhokseumawe, M Zaki Mubarak, Kamis (18/11/2021) menyebut, mahasiswa KKN PPM kelompok 245 Unimal turut serta dalam proses pembudidayaan cabai merah.

Mereka membudidayakan cabai merah di Desa Blang Naleung Mameh Dusun Rancong Baroe, Kecamatan Muara Satu Lhokseumawe.

Salah seorang mahasiswa anggota kelompok 245 kepada media ini mengatakan, mereka bersama masyarakat membudidayakan cabai merah jenis bibit King Chili yang biasanya panen jangka waktu 2 bulan 20 hari (80 hari) sejak masa tanam.

Selain itu, kata Dara Fahira, proses pembibitan cabai merah itu dalam jangka waktu 20–25 hari dengan memakai jenis pupuk urea dan NPK mutiara.

“Dengan membudidayakan cabai merah seluas 1.000 meter hasilnya bisa mencapai 800 Kg sampai 1 ton,” sebut Dara Fahira soal pengalamannya memantau para petani cabai merah.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Trisfayani mengakui, kegiatan dilakukan mahasiswa KKN PPM sangat bermanfaat. Selain mengeratkan rajutan silaturahmi bersama masyarakat juga dapat menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan dalam proses pembudidayaan cabai merah.

Trisfayani menambahkan, dalam prosesi pembudidayaan cabai merah itu bibitnya harus diseleksi dan dengan prosesnya 20-25 hari baru dipindahkan ke lahan penanaman yang lebih besar.

Menjawab media ini, Trisfayani menyebut mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 245 berasal dari berbagai Prodi di Universitas Malikul Saleh di antaranya Prodi Manajemen, Sosiologi, Aqua Kultur, Kelautan.

Sementara anggotanya Chairul Azman, Azhari, Said Abdillah, Risma Yuliza dan Widya Ningrum, Riska Amanda, Dara Fahira, Ulya Yustika, Amni Dayani, dan dari Aqua Kultur Reslina Tumangger. (HERA)

 

Berita sebelumyaSoal Keluhan Kepdes, BPK RI Diminta Audit Penggunaan Dana Desa di Asahan
Berita berikutnyaKejari Tetapkan Dua Tersangka Baru Dugaan Korupsi CCTV Dishub Binjai