Kurir Sabu 1 Kg Dihukum 9 Tahun

223
Saat persidangan berlangsung

garudaonline – Medan | Seorang kurir narkotika jenis sabu seberat 1 kg bernama Zulham Efendi alias Ogut divonis selama 9 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara.

Putusan terhadap warga Dusun Anggrek Desa Teluk Bakung Langkat ini dibacakan dalam sidang virtual di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/9/2021).

“Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa selama 9 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan penjara,” pungkas Hakim Ketua, Abdul Kadir.

Majelis hakim berpendapat, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Putusan ini jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Donna Yusuf selama 16 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Dalam dakwaan JPU Donna Yusuf, pada tanggal 18 November 2020 sekira jam 10.00 WIB, petugas Ditres Narkoba Polda Sumut sedang melakukan patroli di Jalan Ringroad.

Saat itu, petugas bertemu dengan informan yang mengabarkan adanya peredaran sabu di Jalan Medan-Banda Aceh. Peredaran tersebut dilakukan oleh seorang bandar bernama Dian Alfanur Matondang.

“Lalu, petugas berpura-pura memesan sabu 3 ons dengan harga Rp 50 juta ke Dian Alfanur. Ketika akan transaksi, Dian meminta agar bertransaksi di luar Medan yakni Tanjungpura,” ujar JPU.

Kemudian, Dian menghubungi terdakwa Zulham Effendi agar mengantarkan sabu itu. Petugas mengikuti terdakwa dari belakang ke Pondok Santai Tanjung Pura. Selanjutnya, petugas memarkirkan mobilnya dan melihat Dian duduk di sebuah pondok sedang menghubungi terdakwa.

Dalam percakapan itu, Dian menyuruh terdakwa untuk mengantarkan sabu. Tak lama kemudian, terdakwa datang dengan membawa sabu itu.

“Tanpa basa basi, terdakwa langsung ditangkap petugas dan menyita satu bungkus sabu seberat 1 kilogram,” pungkas Donna.

(RD)

Berita sebelumyaUSU Tingkatkan Kerja Sama dengan Jepang
Berita berikutnyaSungai Sirah Besitang Langkat Tercemar, Ribuan Ikan Mati Mendadak