Lelaki yang Melecehkan Istri Awak KRI Nanggala 402 Via FB Dituntut 1 Tahun

190
Terdakwa Imam Kurniawan saat menjalani sidang virtual

garudaonline – Medan | Seorang petani bernama Imam Kurniawan (21) dituntut selama 1 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Warga Jalan Marelan IX Pasar I Lingkungan VI Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan ini dinilai terbukti telah melecehkan para istri awak KRI Nanggala 402 lewat Facebook (FB).

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa Imam Kurniawan selama 1 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Endang Pakpahan dalam sidang virtual di Ruang Cakra VIII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (20/8/2021).

Menurut JPU, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Usai mendengarkan tuntutan, Hakim Ketua, Dominggus Silaban menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Dalam dakwaan JPU Endang Pakpahan, pada Minggu tanggal 25 April 2021, terdakwa Imam Kurniawan membuka aplikasi Facebook miliknya.

Di beranda, terdakwa melihat unggahan (postingan) akun facebook group dengan nama ‘Aliansi Kuli Seluruh Indonesia (AKSI)’ yang berisi tulisan: Untuk kawan kawan kuli semua. Sejenak mari kita do’akan para pahlawan yang gugur dalam tugasnya menjaga kedaulatan laut kita. Untuk crew KRI NANGGALA “Fair wind and following Seas, KRI Nanggala. Commence the Eternal Patrol”.

“Terdakwa yang merupakan anggota AKSI
membaca postingan tersebut dan langsung menuliskan komentar dari akun Facebook miliknya atas nama Imam Kurniawan berupa kalimat. Postingan itu berisi: Disaat kapal selam mu tenggelam disitu istrimu ku ewe, yang apabila diartikan memiliki makna ‘Disaat KRI Nanggala 402 tenggelam, pada saat itulah istri anggota TNI AL (awak KRI Nanggala 402 yang telah gugur) diperkosa oleh terdakwa’,” ujar JPU.

Kemudian, postingan terdakwa tersebar di media sosial. Postingan itu terbaca Alwi Rosaini Manurung yang merupakan anggota TNI AL Lantamal I Belawan. Atas perintah dari Danpomal, Alwi melaporkan terdakwa ke Polres Pelabuhan Belawan untuk diproses secara hukum.

“Postingan/tulisan yang dimuat terdakwa di dalam kolom komentar dianggap sebagai perbuatan yang memberikan informasi negatif untuk menimbulkan rasa kebencian sehingga adanya respon negatif pula berupa kemarahan pihak keluarga dan seluruh anggota TNI Angkatan Laut yang sedang dalam keadaan berduka atas peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402,” pungkas Endang.

(RD)

Berita sebelumyaDari Balik Jeruji, Napi Lapas Tanjung Gusta Ini Kendalikan Peredaran Sabu
Berita berikutnyaKinerja Satpas Polres Langkat Dipuji Masyarakat