Lolos dari Hukuman Seumur Hidup, Tiga Perantara Ganja 139 Kg Divonis 20 Tahun

112
Para terdakwa saat mendengarkan putusan
Para terdakwa saat mendengarkan putusan

garudaonline – Medan | Dua majelis hakim menghukum tiga terdakwa bernama Suria Agus Tami alias Dimas, M Amril Tanjung alias Aam dan Salamudin alias Udin masing-masing selama 20 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar subisider 3 bulan penjara.

Mereka dinyatakan terbukti terlibat sebagai perantara narkotika jenis ganja kering seberar 139 kg. Perkara tersebut diadili oleh dua majelis hakim. Terdakwa Salamudin dan Amril diadili oleh Hakim Ketua, Dominggus Silaban.

“Menjatuhkan hukuman kepada Salamuddin alias Udin dan M Amril Tanjung masing-masing selama 20 tahun serta denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara,” ujar hakim Dominggus Silaban dalam sidang online di Ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/6/2021).

Sedangkan Suria Agus Tami diadili oleh Hakim Ketua, Ahmad Sumardi. “Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Suria Agus Tami selama 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara,” pungkas hakim Ahmad Sumardi di Ruang Cakra IV.

Majelis hakim berpendapat, ketiga terdakwa dinyatakan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Menanggapi putusan tersebut, para terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ramboo Loly Sinurat menyatakan pikir-pikir.

Sebelumnya, ketiga terdakwa dituntut dengan pidana penjara selama seumur hidup. Untuk perkara ini, dua terdakwa lain yakni Zulfikar dan istrinya, Suwarti belum mendengarkan putusan.

Dalam dakwaan JPU Ramboo Loly Sinurat, bahwa Zulfikar memerintahkan Putra alias Puput untuk menyerahkan 5 bungkus ganja kepada M Amril Tanjung. Usai transaksi, Zulfikar menerima pembayaran dari Suria sebesar Rp 5.400.000.

Lalu, uang tersebut diserahkan Zulfikar kepada Suwarti dan telah disimpan. “Ketika dilakukan penggeledahan, uang tersebut ditemukan ada pada Suwarti,” ujar JPU.

Bahwa Suwarti selaku istri dari Zulfikar sudah mengetahui dan memberikan kesempatan kepada suaminya untuk melakukan usaha sampingan bisnis ganja. Sejak akhir September 2020, Zulfikar sering keluar malam dan bahkan jarang pulang ke rumah.

Atas hal tersebut, Suwarti sempat bertanya kepada Zulfikar. Namun, Zulfikar mengakui telah melakukan pekerjaan sampingan untuk mendapatkan uang yakni bisnis ganja.

“Suwarti hanya melarang dengan ucapan saja dan tetap mau menerima uang hasil dari penjualan ganja. Sehingga secara tidak langsung, Suwarti menyetujui pekerjaan Zulfikar untuk bisnis ganja,” ucap Ramboo.

Tak lama, Zulfikar menerima telpon dalam keadaan panik dan langsung mengajak pergi Suwarti ke daerah Stabat. Meski begitu, ketika sedang berkumpul, Suwarti bersama Zulfikar, Suria Agus Tami alias Dimas, M Amril Tanjung alias Aam dan Salamudin alias Udin didatangi oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN).

Ketika diinterogasi, Zulfikar menunjukkan tempat penyimpanan ganja tersebut di Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang. “Saat digeledah di Gudang Kapur, petugas menemukan 136 bungkus dengan berat 139.779 gram (139,779 kg),” tandas JPU dari Kejari Medan itu. (RD)

Berita sebelumyaDidampingi Panglima TNI, Kapolri Beri Tiket Sekolah Bhabinkamtibmas Usai Sidak PPKM Mikro di Kudus
Berita berikutnyaEkspor Kubis asal Sumut Meningkat Signifikan