Mahasiswi Unimed Tewas Tenggelam di Sungai Sirahar

225
Proses evakuasi jasad korban

garudaonline – Parlilitan | Seorang mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed) tenggelam di Sungai Sirahar tepatnya di Desa Pusuk 2, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas, Sumatera Utara. Korban bernama Rahul br Siringo-ringo (18) ditemukan sudah tak bernyawa terjepit di antara bebatuan.

“Korban ditemukan tadi siang dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Koordinator Pos SAR Parapat Danau Toba, Hisar Turnip, Senin (13/9).

Hisar menyebutkan Rahul br Siringo-ringo warga Dusun 5 Sosor Natam Pusuk I Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas hanyut terbawa arus Sungai Sirahar saat mandi-mandi bersama lima orang temannya Minggu sore (12/09) sekitar pukul 16.30 wib.

“Saat itu, cuaca di sekitar lokasi turun hujan cukup deras sehingga menyebabkan air sungai meluap dan menyeret korban dan lima temannya terjebak di pinggiran sungai. Namun akhirnya bisa menyelematkan diri, tapi korban hilang terbawa arus sungai,” ucapnya.

Hisar menyebutkan tim Rescuer Pos SAR Parapat Danau Toba melakukan pencarian korban sejak Minggu 12 September 2021 sore. Pencarian melibatkan personel dari TNI, Polri, BPBD Humbahas, pemerintah setempat dan warga.

“Dengan menyusuri sepanjang sisi sungai, tim SAR gabungan sangat berhati-hati dikarenakan medan di sekitar tebing sungai sangat licin dan dipenuhi pepohonan,” jelasnya.

Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal korban hanyut berjarak sekitar 50 meter. Namun curamnya lokasi di sekitar sungai menjadi kendala tim untuk mengevakuasi korban dari dalam sungai.

“Kedalaman sisi tebing sungai diperkirakan mencapai 100 meter dengan kemiringan lebih dari 90 derajat sehingga menyulitkan tim untuk mengangkat korban dari dalam air,” paparnya.

Dengan menggunakan peralatan mountenering, Rescuer Pos SAR Parapat Danau Toba mencoba menuruni sisi tebing sungai untuk mengangkat korban dari dalam sungai.

“Korban sudah terlihat dari atas pinggiran sungai, namun kondisi medan di lapangan sempat menyulitkan tim untuk mengevakuasi korban. Tim harus membuat sistem tali temali untuk mempermudah mengevakuasi korban dari dalam sungai,” paparnya

Hingga akhirnya sekitar pukul 13.30 wib, korban berhasil diangkat dan dievakuasi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

(Nor)

Berita sebelumyaKapolda Jatim Pimpin Sertijab Karo SDM dan 6 Kapolres dengan Prokes Ketat
Berita berikutnyaGubernur Edy: BOR Sumut 19 Persen, Rakyat Sakit Berkurang