Makna Ulos Pinussaan yang Dipakaikan ke Presiden Jokowi di Toba

77
Presiden Jokowi melakukan serangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara

garudaonline – Samosir | Presiden Jokowi melakukan serangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara (Sumut) salah satunya mendatangi destinasi wisata Danau Toba, Rabu (2/2). Jokowi bersama rombongan menyeberangi Danau Toba dari Pelabuhan Ajibata, Kabupaten Toba ke Pelabuhan Ambarita, Kabupaten Samosir.

Prosesi adat Batak turut menyambut kehadiran Presiden Jokowi. Sebelum menaiki kapal feri, Jokowi diberikan kain ulos pinussaan yang diselempangkan di pundak kanannya. Ulos yang diberikan sebagai pertanda penyambutan yang sangat mendasar dari rakyat kepada pemimpinnya.

“Itu ulos pinussaan. Ulos pinussaan itu artinya adalah ulos pembungkus berkat, agar Bapak Presiden diberkati Tuhan dalam memimpin bangsa Indonesia dan tetap menjalankan roda pemerintahan Indonesia tetap diberkati Tuhan, diberi kesehatan, diberi nikmat,” kata Ketua 1 Lembaga Adat Dalihan Natolu Kabupaten Toba, Jonang MP Sitorus.

Jonang menyebutkan ulos itu hanya bisa dipakai orang yang sudah memiliki cucu.
Setelah kain ulos diberikan, prosesi adat dilanjutkan dengan penaburan beras yang memiliki makna meminta berkat kepada Tuhan dan diharapkan berkat tersebut datang kepada tamu yang datang ke tanah Batak.

“Kami tahu Bapak Presiden sudah diberkati Tuhan dengan cucu, maka Bapak Presiden sudah berhak memakai ulos pinussaan itu,” tambahnya.

Menurutnya, kedua prosesi tersebut merupakan cara untuk menghargai nilai-nilai dasar budaya masyarakat yang ada di sekitar Danau Toba. Diharapkan, tamu yang disambut juga diberikan keselamatan.

“Kita tetap menghargai adat Batak itu dengan memberikan ulos dan penaburan beras sebagai lambang keselamatan yang sudah diberikan Tuhan kepada rombongan dan Bapak Presiden tiba di Ajibata,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menjatuhkan jeruk purut ke Danau Toba yang dimaknai sebagai nilai-nilai dasar bagi orang Batak yang sudah turun-menurun bahwa jeruk purut ini bisa menyembuhkan penyakit dan bisa menyembuhkan hati bagi warga masyarakat di kawasan Danau Toba.

“Kita berharap dengan dijatuhkan oleh Presiden jeruk purut ke Danau Toba bahwa Danau Toba ini akan menjadi danau yang aman, danau yang tenang untuk dilalui semua pelayaran yang ada di Danau Toba,” ungkapnya.

Turut menyertai Presiden saat berlayar menuju Kabupaten Samosir antara lain Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I BB Mayjen Hasanudin. (Nor)

Berita sebelumyaBabinsa Serda Efendi Bantu Warga Panen Jagung Hibrida
Berita berikutnyaSebelum Dioperasikan, Bobby Nasution Pastikan Kesiapan RSUD Medan Labuhan