Menuju Ekonomi Hijau, BI Gelar Konferensi Call-for-Paper 2nd Sumatranomics 2021

318
Kebiasaan Ramah Lingkungan, Membentuk Masa Depan Ekonomi Hijau. Foto/Dok:thedailystar.net

garudaonline – Medan | Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) menyelenggarakan konferensi call for paper 2nd Sumatranomics 2021 bertema ‘Synergy for Growing A Green Economy During The Pandemic Recovery’ di Medan.

Kepala KPw BI Sumut, Soekowardojo mengatakan, konferensi tersebut bertujuan mendukung transformasi Indonesia menuju Ekonomi Hijau (Green Economy) dan merupakan rangkaian dari acara 2nd Sumatranomics 2021.

“Konferensi 2nd Sumatranomics ini
dilakukan secara hybrid, luring dan daring yang disiarkan langsung melalui Zoom dan Youtube. Juga mengundang beberapa pembicara expertise di bidangnya, yakni Prof Arief Anshory Yusuf, Guru Besar Universitas Padjajaran, Amalia Adininggar Widyasanti, Deputi Bidang Ekonomi Bappenas, serta Juda Agung, Asisten Gubernur BI,” kata Soekowardojo, Sabtu (30/10).

Ia turut memberikan laporan singkat mengenai perekonomian Sumut yang diharapkan pada keseluruhan tahun 2021 akan tumbuh di atas perkiraan sebelumnya. Hal ini tentunya didorong oleh tingginya permintaan ekspor negara mitra dagang seiring perbaikan ekonomi global.

“Di tahun ini, ada peningkatan partisipasi Sumatranomics dari tahun sebelumnya. Menunjukkan potensi yang besar dari generasi muda untuk berkontribusi bagi negeri. 2nd Sumatranomics menjadi salah satu langkah yang kami tempuh untuk memperoleh rekomendasi kebijakan untuk pemulihan ekonomi nasional khususnya di Sumatera,” ujarnya.

Kegiatan itu, juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang perkembangan ekonomi dan isu strategis yang terjadi di wilayah Sumatera, sekaligus menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di Sumatera. Lebih lanjut, hasil pemikiran yang dituangkan dalam paper dapat mendukung rekomendasi kebijakan kepada Pemerintah baik di tingkat regional Sumatera maupun Pemerintah Pusat.

Sejalan dengan dukungan terhadap kegiatan dan tema Sumatranomics, Deputi Gubernur BI, Sugeng menyampaikan urgensi pembahasan perekonomian hijau dalam mendorong pemulihan ekonomi agar tetap memperhatikan dampak yang dihasilkan untuk lingkungan. Pembahasan itu diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

“Pembahasan green economy juga menjadi salah satu topik yang akan dibawakan dalam presidensi Indonesia di G20 pada 2022 mendatang. Untuk itu, saya menilai pembahasan green economy pada konferensi ini penting,” ucapnya.

Asisten Gubernur BI, Juda Agung menambahkan, BI sebagai bank sentral memiliki concern terhadap perubahan iklim dan ekonomi hijau, hal itu didorong oleh kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang dapat menimbulkan risiko fisik dan risiko transmisi yang berimplikasi pada stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan.

“Namun, risiko transmisi ini dapat diatasi dengan komitmen dan aksi yang jelas serta dukungan peluang investasi di sektor hijau yang sangat besar di Indonesia. Hal ini turut didukung oleh adanya Global Framework sebagai integrasi green finance ke dalam kerangka kebijakan Bank Sentral serta adanya transformasi kelembagaan BI hijau sebagai teladan bagi industri keuangan dalam melakukan transformasi,” pungkasnya.

(Nor)

Berita sebelumyaDiunduh 13,2 Juta Pengguna, PLN Mobile Beri Kemudahan
Berita berikutnyaBagikan Kursi Roda dan Sembako, Kapolres Batu Bara Imbau Warga Ikut Vaksin